Kalimantan Tengah

Karya Warga Binaan Kalteng Bersinar di IPPAFest 2025

Img 20250422 Wa0040

 

PROBORNEO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah (Kalteng) turut ambil bagian dalam kemeriahan Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Festival ini menjadi puncak perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 dan diikuti oleh seluruh Kanwil Pemasyarakatan se-Indonesia.

Pada kesempatan ini, Kanwil Ditjenpas Kalteng memamerkan beragam karya unggulan hasil pembinaan warga binaan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayahnya.

Produk-produk tersebut meliputi kerajinan khas daerah, perlengkapan bermotif etnik, aneka makanan olahan, hingga produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Stan Kanwil Kalteng mencuri perhatian pengunjung berkat tampilan produk yang rapi dan menarik. Tak hanya menonjolkan kualitas, karya-karya tersebut juga mencerminkan potensi warga binaan dalam mendukung sektor ekonomi kreatif nasional.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana, mengaku bangga atas antusiasme warga binaan yang tercermin dalam karya mereka.

“Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi dan motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik tembok pembinaan, terdapat semangat besar untuk berubah dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan buah dari pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan di lembaga pemasyarakatan Kalimantan Tengah.

“Setiap karya yang ditampilkan hari ini adalah simbol dari proses pembinaan yang berhasil, dan kami akan terus mendorong peningkatan kualitas serta jangkauan pemasaran produk warga binaan,” tambahnya.

Melalui partisipasi aktif di IPPAFest 2025, Ditjenpas Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.

“Semangat pembinaan yang tertuang dalam karya-karya warga binaan diharapkan mampu menjadi inspirasi dan membuka peluang baru bagi reintegrasi sosial yang lebih baik,” pungkas I Putu Murdiana. (red)