Kalimantan Tengah

Kakanwil Ditjenpas Kalteng Hadiri IPPAFest 2025 di Jakarta

Img 20250422 115515 Min

 

PROBORNEO – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah (Kalteng), I Putu Murdiana, bersama Ketua PIPAS Kalteng, Rini Putu Murdiana, menghadiri pembukaan Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 dan menampilkan beragam karya seni dan produk kreatif hasil buatan warga binaan dari seluruh Indonesia.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang hadir bersama Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurrahman, serta Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

Turut hadir seluruh pejabat Eselon I serta para Kepala Kanwil Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia.

IPPAFest 2025 menyuguhkan pertunjukan musik oleh band warga binaan, fashion show batik hasil karya tangan mereka, hingga lelang produk unggulan dari Lapas dan Rutan di berbagai daerah.

Acara ini menjadi panggung apresiasi terhadap kreativitas serta bentuk pembinaan berkelanjutan bagi para warga binaan.

Setelah pembukaan, Menteri dan rombongan meninjau stan-stan pameran yang menampilkan hasil karya unggulan warga binaan, termasuk kerajinan tangan, batik, makanan olahan, dan produk daur ulang.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Ajang ini bukan hanya sekedar pameran, tetapi juga bentuk nyata dari keberhasilan proses pembinaan. Kreativitas warga binaan perlu terus didukung sebagai bagian dari integrasi sosial mereka setelah bebas nanti,” ujar I Putu Murdiana.

Ia juga menegaskan komitmen Kalimantan Tengah dalam mendukung kreativitas warga binaan melalui karya-karya yang ditampilkan di IPPAFest 2025.

“Kami membawa berbagai produk unggulan yang dihasilkan di Unit Pelaksana Teknis kami, mulai kerajinan kayu, hingga produk makanan. Ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dengan baik dan produktif,” pungkasnya. (red)