Pemprov Kalteng

Kendalikan Inflasi, Gubernur Kalteng Dorong Pengawasan BBM Berbasis Teknologi

20042026030834 0

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melakukan terobosan dalam pengawasan distribusi energi guna meredam dampak dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap inflasi daerah.

Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menginstruksikan penggunaan teknologi digital untuk memastikan distribusi BBM dan LPG subsidi tepat sasaran.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (20/4/2026), Agustiar menekankan bahwa ketepatan distribusi di wilayah luas seperti Kalteng memerlukan sistem monitoring yang lebih modern guna menutup ruang bagi para spekulan.

“Kita perlu memperkuat pengawasan, termasuk jika diperlukan dengan pemanfaatan teknologi seperti pemantauan distribusi berbasis GPS, dokumentasi lapangan, serta pengawasan langsung hingga ke SPBU,” tegas Agustiar Sabran.

Langkah ini diambil mengingat tingginya kebutuhan energi pada sektor-sektor produktif di Kalimantan Tengah.

Gubernur meminta manajemen distribusi dari tiga depot utama, yakni Pulang Pisau, Sampit, dan Pangkalan Bun, agar benar-benar dipetakan sesuai kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Kami berharap adanya penyesuaian distribusi, khususnya pada wilayah-wilayah dengan aktivitas tinggi seperti perkebunan, pertambangan, dan pertanian. Hal ini penting agar distribusi BBM dan LPG dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial.

Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa terjaga jika pemerintah dan Pertamina mampu menunjukkan transparansi dalam penyaluran energi subsidi.

“Komunikasi publik yang transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah terjadinya kepanikan,” ungkap Linae Victoria Aden.

Selain sisi teknologi, Linae menambahkan bahwa langkah konvensional seperti inspeksi mendadak (sidak) pasar dan bantuan sosial tetap berjalan paralel sebagai jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Pertamina sendiri melaporkan telah memperkuat stok dan melakukan monitoring distribusi secara real-time. Namun, Gubernur Agustiar kembali mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah dan terus meningkatkan kolaborasi demi menjaga “Bumi Tambun Bungai” dari krisis energi maupun lonjakan inflasi.

“Sekali lagi, mari kita perkuat kolaborasi dan gotong royong dalam mengantisipasi potensi kelangkaan BBM dan LPG. Pastikan subsidi tepat sasaran, dan tidak ada celah sekecil apa pun untuk penyalahgunaan,” tandas Gubernur

Melalui integrasi teknologi dan pengawasan ketat ini, Pemprov Kalteng optimistis mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan harga energi global yang kian fluktuatif. (red)