Pemkab Barito Utara

Pusat Suaka Owa di Barito Utara Resmi Dibuka, Menteri LHK Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Satwa

Whatsapp Image 2025 12 07 At 22.49.47

PROBORNEO — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raja Juli Antoni, meresmikan Pusat Suaka Owa yang berlokasi di Desa Pararawen, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Peresmian ini menjadi penanda penting dalam upaya konservasi primata owa, satwa endemik Kalimantan yang kini terancam punah akibat kerusakan habitat.

Acara peresmian dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti, disaksikan oleh Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, serta jajaran Yayasan Kalaweit Indonesia. Setelah itu, rombongan menteri melakukan peninjauan fasilitas rehabilitasi owa dan berbincang langsung dengan tim teknis di lokasi.

Pusat suaka yang dikelola Yayasan Kalaweit Indonesia ini menjadi pusat rehabilitasi dan pelepasliaran owa ke habitat alami. Selain itu, fasilitas tersebut juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat dan pelajar di wilayah Kalimantan.

Menteri LHK Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa pembentukan pusat suaka bukan sekadar upaya penyelamatan satwa, tetapi menjadi strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis kelestarian. Ia menilai model konservasi modern harus melibatkan masyarakat secara langsung.

“Ini langkah maju bagi konservasi di Kalimantan. Pusat suaka ini bukan hanya tentang rehabilitasi satwa, tetapi juga pusat edukasi dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kelestarian,” ujar Raja Juli Antoni, Jumat (5/12/2025).

Ketua Yayasan Kalaweit Indonesia, Chanee Kalaweit, menyambut baik dukungan pemerintah. Ia menjelaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan organisasi konservasi sangat berpengaruh pada percepatan proses rehabilitasi owa.

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus terlibat dalam pengembangan program konservasi. Ia berharap keberadaan pusat suaka memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kunjungan kerja ini juga diisi kegiatan tracking, pengamatan rehabilitasi owa, dan diskusi teknis bersama keeper dan dokter hewan. Pemerintah berharap momentum ini menjadi awal meningkatnya dukungan semua pihak untuk menyelamatkan kekayaan hayati Indonesia. (Red)