Muara Teweh – Tren pergerakan masyarakat pada musim mudik dan balik Lebaran tahun ini menunjukkan dinamika yang berbeda. Di Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, tercatat adanya penurunan total jumlah penumpang angkutan udara secara signifikan pada periode Lebaran 2026 jika dibandingkan dengan musim mudik tahun lalu.
Pihak otoritas bandara mencatat bahwa akumulasi pergerakan keluar masuk masyarakat melalui jalur udara tidak sepadat periode sebelumnya. Penurunan ini mencakup baik arus kedatangan maupun keberangkatan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas transportasi udara di wilayah Barito Utara tersebut.
Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah K, memberikan rincian data resmi mengenai kondisi ini. Menurutnya, fluktuasi angka tersebut merupakan hasil pencatatan berkala yang dilakukan oleh tim di lapangan sepanjang posko angkutan Lebaran beroperasi.
“Secara keseluruhan jumlah penumpang pada angkutan Lebaran tahun ini mencapai 1.998 orang, sedangkan tahun 2025 sebanyak 2.302 penumpang,” ujar Muhammad Amrillah K di Muara Teweh, Selasa (31/3/2026).
Penurunan jumlah penumpang ini menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Faktor perubahan preferensi moda transportasi atau waktu perjalanan diduga menjadi pemicu bergesernya angka tersebut.
Meski terjadi penurunan dari segi kuantitas pengguna jasa, pihak bandara memastikan pelayanan tetap berjalan optimal. Komitmen ini dijaga ketat guna mendukung kelancaran arus transportasi udara selama periode Lebaran bagi seluruh penumpang yang datang maupun berangkat. (dd)



