Uncategorized

Pendekatan Adat: Strategi Kesbangpol Barito Utara Cegah Konflik

585a7633 3080 4fbd 9686 edf1760f7d53

Muara Teweh, 11 Januari 2026 – Kepala Kesbangpol Barito Utara, Rayadi, mengusulkan penguatan pendekatan adat sebagai solusi preventif dalam menangani konflik sosial. Hal ini menurutnya harus diawali dengan konsolidasi total antar lembaga adat yang ada di wilayah tersebut.

Rayadi menjelaskan bahwa sistem nilai adat memiliki daya ikat yang kuat bagi masyarakat Dayak. Jika dikelola dengan baik melalui konsolidasi yang solid, lembaga adat dapat menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga kerukunan antarwarga.

“Konflik sosial tidak selalu harus diselesaikan di meja hijau. Pendekatan adat yang kita miliki sudah teruji berabad-abad sebagai sistem penyelesaian masalah yang adil,” kata Rayadi pada Minggu (11/1).

Namun, ia juga mencatat bahwa ego sektoral antar lembaga atau penggiat adat harus dikesampingkan. Fokus utama saat ini adalah bagaimana menyusun strategi perlindungan masyarakat adat di tengah arus modernisasi.

Visi pembangunan yang diusung pimpinan daerah Barito Utara menempatkan adat istiadat sebagai pilar kemajuan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengurus adat menjadi agenda yang didorong oleh Kesbangpol agar selaras dengan program pemerintah.

Rayadi menutup pernyataannya dengan harapan agar proses fasilitasi yang dimulai oleh Kesbangpol dapat memicu perbaikan tata kelola lembaga adat. Harapannya, kontribusi adat terhadap pembangunan daerah akan semakin nyata di masa depan.