Uncategorized

Kendalikan Banjir Tahunan, Bupati Barito Utara Dorong Percepatan Proyek Strategis Nasional Bendungan Joloi

4cd792e1 9dea 4ef3 bde1 ce3228571b5b

Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memberikan atensi khusus pada masalah bencana banjir yang kerap melanda wilayahnya hingga beberapa kali dalam setahun. Dalam rapat koordinasi di Aula Setda (12/1/2026), beliau menegaskan bahwa percepatan pembangunan Bendungan Joloi harus menjadi prioritas. Proyek ini dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengatur debit air di aliran Sungai Barito.

Bendungan Joloi sendiri saat ini sudah mengantongi studi kelayakan (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) serta telah terdaftar sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, Bupati merasa perlu adanya dorongan yang lebih aktif dari pemerintah daerah agar proyek tersebut segera dimulai. Beliau ingin Barito Utara bergerak bersama daerah sekitar untuk mendesak realisasi pembangunan fisik bendungan tersebut.

Bupati menyampaikan bahwa pengendalian banjir sangat krusial karena bencana ini telah mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Barito Utara secara rutin. Dengan adanya bendungan, risiko banjir diharapkan dapat ditekan secara signifikan. “Kita tidak bisa hanya menunggu, kita harus aktif menjemput bola ke kementerian terkait agar proyek PSN ini berjalan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, jajaran Pemkab Barito Utara dijadwalkan akan berkonsultasi langsung ke kementerian di Jakarta untuk membahas progres Bendungan Joloi. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja yang juga mencakup agenda penguatan SDM dan koordinasi infrastruktur lainnya. Bupati ingin semua program besar ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Selain bendungan, Bupati juga mengaitkan masalah pengelolaan air ini dengan rencana pembangunan Jembatan Hasan Basri II. Beliau meminta agar desain jembatan baru memiliki ketinggian yang memadai agar tidak terganggu saat debit sungai sedang tinggi. Semua infrastruktur yang dibangun harus saling mendukung dalam kerangka mitigasi bencana dan kelancaran transportasi.

Selaku pimpinan daerah, H. Shalahuddin juga mengingatkan OPD agar tetap disiplin dalam penyerapan anggaran pembangunan untuk mitigasi bencana di tingkat lokal. Beliau tidak ingin ada program yang terhambat hanya karena masalah administrasi keuangan. Opini pengelolaan keuangan yang baik di mata BPK harus tetap dipertahankan sebagai bukti keseriusan kerja daerah.

Di akhir rapat, Bupati meminta dinas teknis terkait untuk memastikan semua dokumen pendukung Bendungan Joloi telah diperbarui sesuai kondisi terkini. Beliau berharap perjuangan membawa proyek ini ke tahap pembangunan fisik segera membuahkan hasil. Sinergi antara pusat dan daerah diharapkan menjadi kunci utama dalam membebaskan Barito Utara dari ancaman banjir tahunan.