Pemprov Kalteng

Pemprov dan Polda Kalteng Siaga Hadapi Potensi Banjir Hidrometeorologi

Fb Img 1762316158960

 

 

PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menghadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Barigas Polda Kalteng, Rabu (5/11/2025).

Apel yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini menjadi langkah awal kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat seiring masuknya musim hujan.

Kapolda Kalteng menjelaskan, kegiatan tersebut digelar untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, mulai dari personel hingga sarana dan prasarana pendukung.

“Sehingga kita bisa melakukan upaya-upaya pencegahan dan juga penanggulangan secara cepat dengan respon yang cepat, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan juga apabila terdampak bencana,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat lima wilayah di Kalteng yang berpotensi mengalami banjir pada tahun ini.

Jika pada 2024 lalu banjir melanda wilayah Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan, maka pada 2025 potensi banjir bergeser ke Kapuas, Katingan, dan Seruyan.

“Tetapi mungkin itu juga mengantisipasi di beberapa tempat yang juga memang sering banjir,” imbuh Kapolda.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana dengan melibatkan lintas sektor, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan personel, bantuan logistik, dapur umum, serta pemetaan titik-titik rawan banjir di seluruh wilayah.

“Pemerintah provinsi bersama seluruh unsur Forkopimda berkomitmen untuk memastikan kesiapsiagaan yang optimal agar masyarakat terlindungi dari dampak bencana. Kita ingin semua pihak bergerak cepat dan tanggap jika bencana terjadi,” ujar Gubernur.

Kapolda menambahkan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.

“Kita juga nanti akan mengaktifkan pemberian penyuluhan masyarakat untuk mengantisipasi banjir supaya jangan terdampak benar, mungkin juga ikut melihat bagaimana saluran-saluran di lingkungan, untuk juga dicek, dibersihkan. Kemudian, juga mengantisipasi supaya tidak terlalu berdampak kepada mereka, di lingkungan juga menyiapkan tempat-tempat evakuasi,” tuturnya.

Apel gelar pasukan ini melibatkan sekitar 2.850 personel dari berbagai unsur, di antaranya Polri, TNI, Basarnas, Satpol PP, Tagana, Dishub, Dishut, Dinkes, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan BPBD Provinsi Kalteng. (red)