PROBORNEO – Tren literasi masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan perkembangan positif. Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalteng mencatat jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah selama Januari hingga Mei 2026 meningkat sebesar 178,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data statistik layanan perpustakaan, total kunjungan selama lima bulan pertama tahun 2026 mencapai 11.762 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan Januari hingga Mei 2025 yang hanya mencatat 4.221 pengunjung.
Peningkatan kunjungan tersebut menjadi indikator tumbuhnya minat masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar, mencari informasi, hingga ruang berkegiatan yang produktif.
Capaian itu juga tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan Dispursip Kalteng dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Berbagai program literasi yang melibatkan komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat terus digencarkan.
Selain itu, promosi melalui media sosial, penyelenggaraan kegiatan edukatif, serta peningkatan fasilitas dan kenyamanan ruang baca turut menjadi faktor pendorong meningkatnya jumlah pengunjung.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
“Kenaikan angka kunjungan ini menjadi indikator yang baik bahwa kehadiran perpustakaan semakin relevan dan diterima oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat (working space) yang nyaman, edukatif, dan memberdayakan,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Adiah, perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan literasi dan edukasi.
Ke depan, Dispursip Kalteng akan terus memperkuat ekosistem literasi daerah melalui kolaborasi dengan komunitas penggiat literasi, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas budaya membaca di masyarakat.
“Ini sejalan dengan Visi dan Misi Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Tengah 2025-2030, yaitu Peningkatan SDM melalui Pendidikan Inklusif sesuai kaidah belum bahadat,” jelasnya.
Dispursip Kalteng juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, baik untuk kebutuhan akademik, pengembangan keterampilan, maupun rekreasi edukatif.
Peningkatan kunjungan yang signifikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya literasi di Kalimantan Tengah sekaligus mendukung upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (red)



