PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, meninjau langsung arus mudik di Bandar Udara Tjilik Riwut, untuk memastikan kelancaran serta kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan menjelang masa mudik, Sabtu (14/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah serta General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Tjilik Riwut I Made Dermawan.
Rombongan juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang berada di area bandara.
Gubernur Agustiar mengatakan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses perjalanan pemudik berjalan lancar dan aman, mengingat jumlah penumpang mulai mengalami peningkatan.
“Kami ingin memastikan kelancarannya, kenyamanannya, bagi para pemudik. Karena memang kebetulan memang arus mudik agak banyak ya hari ini. Kayak awal-awal arus mudik memang awalnya nih,” kata Gubernur.
Selain memantau aktivitas penumpang, Gubernur juga menekankan pentingnya kewaspadaan selama perjalanan mudik, baik menggunakan transportasi udara, darat, maupun laut.
“Kami mengingatkan para pemudik ya hati-hati di perjalanan. Jangan sampai menyimpan barang berharga yang bisa mengundang orang ingin berbuat jahat kan macam-macam. Intinya kami semua pemerintah ini memang ingin memastikan kelancaran ya,” imbuhnya.
Ia menyebutkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan belum terjadi dalam waktu dekat, namun pemerintah tetap memastikan kesiapan berbagai fasilitas dan layanan di bandara, termasuk dukungan keamanan dan kesehatan.
“Mungkin belum puncak mudik betul ya, tapi kami pemerintah selalu pasti hadir terus. Kesehatannya, ya kan, lengkaplah di sini. Tadi kami sudah diskusi juga dengan pihak-pihak terkait di sini. Karena kesehatan perlu sekali ya, selain keamanannya,” ujarnya.
Menurut Gubernur, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan ini.
“Mungkin perkiraannya mungkin 18 ya, 18 itu puncaknya ya, 17, 18 itu puncaknya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum bepergian.
“Kami sebagai pemerintah ya, bagi yang mudik ya semoga lancar sampai tujuan ya. Bagi yang mudik juga meninggalkan rumah agar dicek betul-betul. Kemudian juga bisa dititip ke kepolisian ya kan kalau memang barang-barang itu memang dianggap berharga ya. Pastikan amanlah,” harapnya.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan sarana transportasi serta pelayanan kepada masyarakat selama periode arus mudik berlangsung. (red)



