Pemprov Kalteng

Lakukan Pemantauan, Pemprov Kalteng Pastikan Stok Bapok Aman

05022026102152 0

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama tim gabungan melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi fluktuasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Pemantauan dipimpin langsung oleh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalteng, Norhani, serta unsur terkait dari Satgas Pangan dan instansi vertikal.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, mengungkapkan bahwa berdasarkan tinjauan di lapangan, komoditas cabai rawit atau lombok tiung menjadi bahan pokok yang paling mengalami lonjakan harga sangat signifikan dibandingkan komoditas lainnya.

“Dari hasil peninjauan, harga memang bervariasi. Namun yang paling mencolok mengalami kenaikan signifikan adalah cabai rawit atau lombok tiung,” ujar Norhani.

Ia menjelaskan bahwa hanya dalam kurun waktu lima hari, harga cabai rawit melonjak dua kali lipat dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Norhani menyebut rantai distribusi yang panjang dan ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi pemicu utama.

“Cabai rawit banyak didatangkan dari luar daerah. Rantai distribusinya panjang dan sudah berpindah tangan beberapa kali, sehingga harga di tingkat konsumen menjadi mahal. Ke depan, kami berharap ketersediaan cabai rawit bisa lebih banyak dipenuhi dari daerah sendiri agar harga lebih stabil,” tambahnya.

Meski cabai melambung, Norhani menyebut harga telur dan daging sapi tetap stabil di angka Rp140.000 per kilogram, sementara bawang merah justru turun menjadi Rp35.000 per kilogram.

Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko, memastikan bahwa secara makro stok pangan di Bumi Tambun Bungai berada pada posisi yang sangat aman untuk jangka menengah.

“Berdasarkan hasil pemantauan di gudang Bulog dan pedagang besar, stok pangan, termasuk beras medium, dipastikan aman hingga Ramadhan bahkan beberapa bulan setelahnya,” tegas Yuas Elko, seraya menambahkan ketersediaan stok tersebut mencukupi untuk empat hingga enam bulan ke depan.

Selain menyoroti cabai, Yuas juga memberikan atensi pada disparitas harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer yang sering kali melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia mendorong adanya terobosan regulasi di tingkat daerah guna melindungi konsumen.

“Kami mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan inovasi kebijakan, khususnya dalam penetapan harga LPG di tingkat pengecer berdasarkan jarak angkut, agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Yuas mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) karena pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus melakukan intervensi melalui pasar murah atau pasar penyeimbang.

“Pemantauan ini akan terus dilakukan bersama Forkopimda, BPS, Bank Indonesia, dan perangkat daerah terkait sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, guna menjaga stabilitas harga dan inflasi di Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (red)