DPRD Kalimantan Tengah

DPRD Kalteng: Program Satu Rumah Satu Sarjana Kunci Pertanian Modern

Img 20260211 Wa0031

PROBORNEO – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi program Satu Rumah Satu Sarjana di wilayah setempat.

Program ini dinilai menjadi instrumen strategis yang sangat relevan untuk mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Tambun Bungai.

Bambang menilai, tantangan besar yang dihadapi Kalteng saat ini bergeser dari sekadar kuantitas tenaga kerja menuju kebutuhan akan tenaga ahli yang memiliki spesialisasi khusus, terutama di sektor agraris.

“Tantangan utama daerah saat ini bukan lagi soal ketersediaan tenaga kerja, melainkan kebutuhan terhadap SDM yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern, berbasis teknologi, dan memiliki kemampuan manajerial,” ucap Bambang Irawan, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, Kalimantan Tengah sangat membutuhkan figur operator teknologi pertanian dan manajer lahan yang dibekali kapasitas intelektual serta manajerial yang mumpuni untuk mengelola potensi alam yang melimpah.

“Program Satu Rumah Satu Sarjana bisa menjadi solusi nyata untuk melahirkan intelektual muda, sekaligus mendorong lahirnya generasi baru yang mampu membawa perspektif baru dalam pengembangan agribisnis dan pertanian modern,” tambahnya.

Lebih lanjut, legislator dari dapil Kalteng V ini berharap program pendidikan tersebut dapat menjadi stimulan dalam menekan angka pengangguran terbuka.

Kehadiran para sarjana di setiap rumah tangga diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, baik di level nasional maupun kancah internasional.

Meski demikian, Bambang memberikan catatan bahwa keberhasilan program ambisius ini tidak bisa hanya bertumpu pada satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi multidimensi agar target satu sarjana dalam satu keluarga benar-benar terwujud dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

“Namun demikian, kami menekankan bahwa program ini membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak agar berjalan maksimal,” lanjut Bambang.

Ia mengimbau agar pemerintah daerah, masyarakat, hingga lembaga pendidikan membangun sinergitas yang solid untuk mengawal cita-cita besar tersebut. Sinergi lintas sektoral dianggap sebagai syarat mutlak agar investasi di bidang pendidikan ini tepat sasaran.

“Dengan demikian, Kalimantan Tengah bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas SDM melalui program pendidikan yang inovatif dan efektif,” tandasnya. (red)