Pemprov Kalteng

Dinas PMD Kalteng Perkuat Strategi Membangun dari Desa

Img 20260211 Wa0027

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memantapkan langkah strategis pembangunan berbasis wilayah pedesaan melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 yang digelar di Palangka Raya, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 65 peserta dari perangkat daerah kabupaten/kota se-Kalteng ini dirancang untuk menyatukan visi dalam menyinergikan program pemberdayaan masyarakat serta pembangunan desa agar lebih terukur dan tepat sasaran.

Kepala Dinas PMD Kalteng, H. Aryawan, dalam arahannya menegaskan bahwa Rakernis merupakan instrumen krusial untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga tingkat kabupaten dan kota tetap berada dalam satu tarikan nafas dengan arah kebijakan nasional.

“Pembangunan daerah adalah langkah nyata yang harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Untuk mewujudkan Kalteng Berkah dan Kalteng Maju, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan,” ujar Aryawan.

Ia menjelaskan, orientasi kebijakan Dinas PMD saat ini adalah “membangun dari desa dan dari bawah”.

Strategi ini dinilai paling efektif dalam mengakselerasi pemerataan ekonomi dan percepatan pengentasan kemiskinan di seluruh pelosok Bumi Tambun Bungai, sesuai dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Dalam Rakernis tersebut, pemanfaatan Sistem Data Sektoral (SIDARA) menjadi salah satu poin utama yang disoroti.

Aryawan menilai, akurasi data desa merupakan tulang punggung dalam mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program agar setiap intervensi pembangunan benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan.

Selain aspek data, H. Aryawan juga memaparkan sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan kapasitas aparatur desa demi tata kelola pemerintahan yang bersih, hingga optimalisasi lembaga desa dalam mendongkrak kesejahteraan warga melalui partisipasi aktif.

Melalui forum yang juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret yang mampu mengubah wajah desa-desa di Kalimantan Tengah menjadi lebih mandiri.

“Maka, hasil yang kita harapkan dari Rakernis ini adalah terwujudnya program pemberdayaan yang efektif dan efisien, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas desa di berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, infrastruktur, maupun lingkungan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” tandasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen berkelanjutan antarinstansi, sehingga implementasi program pemberdayaan di masa depan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan dalam satu kesatuan sistem pembangunan desa yang solid. (red)