Pemprov Kalteng

Dinkes Kalteng Perkuat Kompetensi Nakes Tekan Angka Kasus TBC

img 20260410 wa0013

PROBORNEO – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Kalteng) menggelar Pelatihan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Angkatan Pertama tahun 2026 bagi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Langkah ini diambil untuk meningkatkan profesionalisme nakes dalam menghadapi tantangan penemuan kasus yang masih menjadi prioritas nasional.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula UPT Bapelkes Provinsi Kalteng, Senin (6/4/2026), ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Riza Syahputra.

Dalam sambutannya, Riza menekankan bahwa TBC tetap menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan di Indonesia, terutama dengan adanya tren peningkatan jumlah penderita pascapandemi COVID-19.

Akurasi data dan kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.

“Data per 22 Januari 2024 capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC secara nasional menunjukkan angka 77% dari target 90%. Capaian keberhasilan pengobatan TBC berada di angka 85% dari target nasional 90%,” ujar Riza Syahputra saat membacakan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng.

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi nakes melalui pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengejar target nasional tersebut.

Integrasi materi penatalaksanaan TBC ke dalam kurikulum dan pelatihan teknis diharapkan dapat melahirkan tenaga kesehatan yang lebih mumpuni dalam memberikan layanan primer.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan komprehensif mulai dari pemahaman diagnosis, pemeriksaan laboratorium, hingga prosedur pengobatan yang tepat. Selain itu, aspek keamanan nakes juga menjadi sorotan utama dalam materi pelatihan.

Para nakes diharapkan mampu menjelaskan prosedur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) TBC secara mendalam.

Tak kalah penting, penguatan jejaring layanan serta akurasi pencatatan dan pelaporan menjadi target utama agar data penderita TBC di Kalimantan Tengah terdokumentasi dengan baik.

Dengan pelatihan angkatan pertama ini, Pemprov Kalteng berkomitmen memastikan setiap fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tenaga ahli yang siap menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam penanggulangan TBC, guna mewujudkan eliminasi TBC di Bumi Tambun Bungai. (red)