PROBORNEO — Dalam Rakor Camat se-Barito Utara, Bupati H. Shalahuddin meminta seluruh perangkat daerah mempersiapkan diri menghadapi dua tantangan besar, yaitu penurunan opini BPK dan rendahnya nilai MCSP.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menganggap enteng temuan tersebut. Menurutnya, penurunan opini menunjukkan bahwa ada hal fundamental yang harus dibenahi, terutama terkait pengelolaan aset dan dokumentasi administrasi.
Untuk merespons hal itu, Bupati akan mengajak sejumlah OPD ke Palangka Raya guna bertemu Kepala BPK. Upaya ini dilakukan agar pemerintah daerah memperoleh pendampingan teknis yang dapat memperbaiki sistem pengelolaan keuangan.
Di sisi lain, Bupati menyoroti skor MCSP Barito Utara yang hanya 34. Meski meningkat dari tahun sebelumnya, angka tersebut masih jauh dari standar ideal dan mencerminkan potensi penyimpangan yang masih tinggi.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memprioritaskan pencegahan korupsi melalui penguatan pengawasan dan sistem administrasi. Ia menyebutkan bahwa pengalaman pemerintah provinsi dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan skor MCSP secara signifikan.
Pada rakor tersebut, Shalahuddin meminta camat turut memantau pelaksanaan administrasi di tingkat desa dan kecamatan. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam memperbaiki sistem dan memastikan data yang disajikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa setiap OPD harus memperkuat budaya tertib arsip dan transparansi. Hal ini penting bukan hanya demi opini BPK, tetapi juga demi membangun kepercayaan publik.
Rakor tersebut dihadiri pejabat daerah termasuk Wakil Bupati dan Sekda. Seluruh peserta menyatakan siap melaksanakan instruksi Bupati demi perbaikan tata kelola pemerintahan. (Red)



