PROBORNEO – Upaya membangun pembinaan olahraga berjenjang di Kabupaten Kapuas kembali ditunjukkan lewat pelaksanaan Kapuas Mini Soccer Championship 2025 yang resmi dibuka pada Minggu (23/11/2025).
Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Mini Soccer Kapuas ini menghadirkan suasana kompetitif sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mencetak generasi muda berprestasi.
Pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kapuas, Marlina Kasyfiatie, yang menegaskan bahwa ajang ini memiliki nilai strategis bagi pembangunan karakter pemuda.
“Melalui turnamen ini, kita ingin memberikan ruang yang sehat dan produktif bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat, membangun mental juara, dan memperkuat karakter,” ujarnya.
Turnamen tahun ini diikuti 16 klub dari berbagai kecamatan, seluruhnya bertanding dengan sistem setengah kompetisi.
Format tersebut dinilai memberi ruang yang lebih inklusif bagi setiap tim untuk menunjukkan konsistensi permainan serta kesiapan taktis sepanjang turnamen.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan hadirnya para atlet muda, pelatih, official, perangkat pertandingan, serta jajaran Askab PSSI Kapuas.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya sekadar laga olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara masyarakat sepak bola dan pemerintah daerah.
Ketua Askab PSSI Kapuas, Arhensa Mullah Muhammad, menyampaikan apresiasi dan menilai turnamen ini sebagai bagian penting dari ekosistem pembinaan sepak bola Kapuas yang terus tumbuh.
Turnamen ini diproyeksikan tidak hanya melahirkan pemain potensial, tetapi juga memperkuat budaya kompetisi sehat, memperluas jangkauan pembinaan, serta membuka peluang bagi atlet-atlet Kapuas untuk menembus level provinsi hingga nasional.
Dengan bergulirnya Kapuas Mini Soccer Championship 2025, Kapuas kembali menunjukkan posisinya sebagai daerah yang serius membangun olahraga melalui pembinaan sejak usia dini sebuah langkah penting menuju masa depan sepak bola daerah yang lebih kokoh, terarah, dan berkelanjutan. (red)

