Kalimantan Tengah

BM PAN Kalteng Gandeng Gerdayak Indonesia, Satukan Semangat Pemuda dan Adat dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Img 20251017 Wa0016

 

PROBORNEO – Komitmen Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam membangun sinergi antara generasi muda dan tokoh adat semakin nyata.

Melalui silaturahmi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerdayak Indonesia di Palangka Raya, Rabu (15/10/2025), organisasi kepemudaan ini menegaskan pentingnya harmoni antara semangat modernitas dan nilai-nilai kearifan lokal Dayak.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum DPP Gerdayak Indonesia, Yansen A. Binti, dan dihadiri jajaran pengurus DPW BM PAN Kalteng.

Sekretaris DPW BM PAN Kalteng, Dedi Irawan, menjelaskan bahwa silaturahmi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi lintas organisasi serta memperkokoh nilai-nilai kebudayaan daerah dalam ruang kebangsaan.

“Kami ingin memperkuat silaturahmi persaudaraan, persahabatan antar organisasi nasional dan organisasi lokal, terkhususnya adalah organisasi lokal yang membawa tema adat istiadat atau adat Dayak,” ujarnya.

Tak sekadar menjalin kedekatan, BM PAN Kalteng juga ingin menumbuhkan kesadaran generasi muda agar tetap berpegang pada falsafah lokal yang menjadi identitas masyarakat Kalteng.

“Kami ingin menyampaikan bahwa masyarakat, terkhususnya pemuda Kalimantan Tengah, untuk bisa atau tahu bagaimana belum bahadat dengan Falsafah Huma Betang,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, BM PAN Kalteng turut menyampaikan undangan kepada Yansen Binti untuk menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 DPW BM PAN Kalteng.

“Beliau menanggapi sangat baik dengan respon yang positif. Beliau mengapresiasi langkah-langkah yang kami lakukan, ataupun silaturahmi yang memperhatikan tokoh-tokoh adat Dayak ataupun tokoh-tokoh daerah,” jelas Dedi.

Muswil ke-6 BM PAN Kalteng mengangkat tema “Semangat Barisan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Menuju Kalteng Semakin Berkah.”

Tema tersebut, kata Dedi, selaras dengan arah kebijakan nasional.

“Beliau menanggapi bahwa tema itu sangat baik karena serunut dengan keinginan Presiden Prabowo dan disampaikan oleh Menko Pangan, Menteri Zulkifli Hasan, serta sangat digaungkan oleh Gubernur kita Agustiar Sabran yang begitu kukuh untuk bagaimana Kalimantan Tengah bisa berhasil kedaulatan pangan di Kalimantan Tengah dan bisa di kancah nasional,” terang Dedi.

Lebih dari itu, nuansa adat Dayak juga akan menjadi ciri khas Muswil kali ini.

“Karena menurut saya, Kalimantan Tengah itu adalah Dayak sebagai wajah terdepannya. Saya sebagai putra daerah sangat bersalah jika tidak membawa nuansa adat Dayak ataupun hal-hal khas yang dari Kalimantan Tengah,” ungkap Dedi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Gerdayak Indonesia, Yansen A. Binti, mengapresiasi inisiatif BM PAN Kalteng dalam menjalin kolaborasi dengan tokoh adat.

Ia menekankan bahwa pemuda harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya, namun tidak kehilangan daya kritisnya.

“Pemuda itu harus bisa menempatkan diri ataupun sopan santun, tapi tetap kritis, tetap mampu berpikir dengan baik,” tutur Yansen.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam Muswil ke-6 BM PAN Kalteng tersebut.

Melalui langkah ini, BM PAN Kalteng menunjukkan bahwa pembangunan daerah tak hanya bertumpu pada sektor ekonomi dan politik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai budaya dan jati diri lokal, demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang berdaulat, berdaya, dan semakin berkah. (red)