Kalimantan Tengah

Aliansi Mahasiswa Nusantara Kalteng Dukung Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Img 20251109 Wa0018

 

 

PROBORNEO – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Dialog Kebangsaan dan Deklarasi AMAN bertema “Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto” di Kota Palangka Raya, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh tokoh mahasiswa dan pemuda dari berbagai daerah di Kalteng, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kebangsaan sekaligus merefleksikan peran tokoh nasional dalam perjalanan pembangunan Indonesia.

Ketua DPW AMAN Kalteng, Tirta Yoga Panuntun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, merupakan bentuk penghargaan atas jasa besarnya dalam membangun fondasi pembangunan nasional.

“Gelar Pahlawan untuk Pak Harto adalah pengakuan bahwa pembangunan, stabilitas, dan kedisiplinan bukan sekadar kebijakan masa lalu, melainkan fondasi etis dari keindonesiaan, warisan historis yang layak diingat dan diteladani,” ujar Tirta Yoga Panuntun.

Ia menambahkan, warisan kepemimpinan Soeharto tidak hanya terlihat dalam wujud pembangunan fisik, tetapi juga dalam pembentukan karakter bangsa.

“Soeharto membangun bukan sekadar gedung dan jalan, tetapi juga rasa percaya diri bangsa bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” ungkapnya.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, para peserta turut membahas sejumlah kebijakan strategis pada masa pemerintahan Soeharto seperti Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), program transmigrasi, swasembada pangan, serta pembangunan jaringan irigasi desa.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari visi jangka panjang Soeharto dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional.

“Di bawah kepemimpinan Pak Harto, pembangunan dirancang sebagai strategi jangka panjang berlandaskan disiplin dan keteraturan. Semua itu menjadi cermin visi besar untuk meneguhkan fondasi kesejahteraan rakyat,” lanjut Tirta Yoga Panuntun.

Sebagai penutup, Tirta menegaskan bahwa dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional bagi Soeharto bukan semata penghormatan individual, melainkan simbol kedewasaan bangsa dalam berdamai dengan sejarahnya sendiri.

“Jika hari ini bangsa Indonesia memberi gelar pahlawan untuk Pak Harto, sesungguhnya itu adalah cermin kedewasaan berbangsa: berdamai dengan sejarah dan mengakui bahwa di tengah masa-masa sulit, pernah ada seorang pemimpin yang meneguhkan arti keteguhan,” tutup Tirta Yoga Panuntun.

Melalui deklarasi tersebut, AMAN Kalimantan Tengah berharap nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan semangat kemandirian yang diwariskan oleh Soeharto dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam melanjutkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. (red)