Pemprov Kalteng

TPP Guru Kalteng Cair, Para Pendidik Ucapkan Terimakasih ke Gubernur dan Kadisdik

02082025102831 0

 

PROBORNEO – Kabar menggembirakan datang bagi para tenaga pendidik di Kalimantan Tengah (Kalteng)

Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk guru resmi dicairkan sejak Kamis pagi (31/7/2025), dan disambut penuh suka cita oleh para guru di berbagai daerah.

Kebijakan pencairan TPP ini merupakan bagian dari komitmen kuat Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dalam meningkatkan kesejahteraan para guru.

Di tengah berbagai tantangan di sektor pendidikan, langkah ini dianggap sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap para pendidik.

Sejak kabar pencairan beredar, grup WhatsApp Info PPPK 2024 yang menjadi ruang komunikasi para guru, langsung dipenuhi dengan pesan-pesan haru, ucapan terima kasih, dan doa untuk para pemimpin daerah.

Salah seorang guru menulis, “Alhamdulillah, terima kasih Bapak Kadisdik. Akhirnya bisa juga merasakan TPP.”

Tak sedikit guru yang berharap rasa terima kasih itu bisa langsung tersampaikan kepada Gubernur.

“Semoga Gubernur selalu diberikan kesehatan karena sudah memperjuangkan kami para guru,” ujar Septi Anggreni, guru lainnya.

Nia Hariati, seorang guru dari sekolah berbeda, menyebut pencairan ini sebagai titik awal kemajuan pendidikan di Kalteng.

“Semoga Kalteng semakin berkah dan maju di bawah kepemimpinan Bapak Agustiar Sabran,” tulisnya dalam grup.

Sementara itu, Eka Wahyuni mengaku baru kali ini benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan TPP. Dengan penuh semangat ia menyampaikan, “Semangat bekerja, kawan-kawan.”

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, juga turut mendapat banyak apresiasi atas kelancaran proses pencairan tunjangan ini.

Gelombang rasa syukur yang mengalir dari para guru ini menandakan bahwa kebijakan TPP bukan sekadar angka, melainkan harapan dan motivasi baru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Pemprov Kalteng berharap langkah ini bisa menjadi pemicu semangat baru untuk membangun dunia pendidikan yang lebih baik di Bumi Tambun Bungai. (red)