Muara Teweh – Pesan menyentuh disampaikan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat membahas rencana pembangunan daerah menuju tahun 2027. Beliau mengingatkan bahwa setiap jalan, jembatan, dan gedung yang dibangun berasal dari “keringat rakyat”, sehingga wajib dijaga agar bisa dinikmati oleh anak cucu di masa depan.
Dalam Musrenbang di Teweh Selatan, Bupati menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari banyaknya bangunan baru, tetapi juga dari kemampuannya memelihara aset yang ada. Budaya menjaga hasil pembangunan dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada masyarakat Barito Utara.
Di sisi lain, Musrenbang Gunung Timang yang dihadiri Wabup Felix Sonadie Y. Tingan juga menyasar pembangunan berkelanjutan. Usulan infrastruktur desa, pendidikan, hingga jaringan komunikasi disiapkan sebagai fondasi bagi generasi mendatang agar lebih siap menghadapi transformasi ekonomi daerah yang lebih modern.
Visi Barito Utara yang “Tangguh dan Sejahtera” hanya dapat dicapai jika hasil pembangunan saat ini memiliki umur manfaat yang panjang. Oleh karena itu, prioritas rehabilitasi infrastruktur dasar tetap menjadi fokus dalam DURKP 2027, agar fungsionalitas aset daerah tetap terjaga secara optimal.
Bantuan kesehatan seperti pemberian vitamin A yang dilakukan secara simbolis juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi kualitas SDM daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa seiring dengan kemajuan fisik daerah, kualitas kesehatan anak-anak Barito Utara juga terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten berharap semangat menjaga pembangunan ini dapat menular ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan sinergi dan kesadaran bersama dalam memelihara hasil pembangunan, Barito Utara optimis akan tumbuh menjadi daerah yang berdaulat secara infrastruktur dan sejahtera secara merata.



