Gadget

Tiga Bulan Berjalan, Fitur Anti-Spam Indosat Tangkal Lebih dari 500 Juta Upaya Penipuan Digital

Img 20251109 Wa0001

 

PROBORNEO – Di tengah meningkatnya kasus penipuan digital di Indonesia, langkah inovatif Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam melindungi pelanggan menunjukkan hasil signifikan.

Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat berhasil memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko dan memberikan peringatan terhadap lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, melindungi sekitar 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi kejahatan siber.

Fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) ini merupakan bagian dari AIvolusi5G Indosat, yang menggabungkan teknologi AI dan jaringan 5G untuk menciptakan pengalaman digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan.

Sistemnya bekerja otomatis di tingkat jaringan, tanpa perlu aplikasi tambahan atau perangkat khusus dari pengguna.

Peningkatan ancaman kejahatan digital memang menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025, sebanyak 66% orang dewasa di Indonesia mengaku pernah mengalami upaya penipuan digital dalam setahun terakhir, dengan kerugian mencapai Rp49 triliun.

Sebagian besar penipuan dilakukan melalui pesan instan dan SMS, dan separuh korban bahkan mengalami stres akibat kejadian tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Bilal Khazmi, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi semua lapisan masyarakat.

“Teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri. Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” ujar Bilal, Minggu (9/11/2025).

Data internal Indosat juga menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2,5 bulan sejak diluncurkan, sistem telah mengidentifikasi lebih dari 500 juta panggilan dan SMS scam maupun spam. Di antaranya, 145 juta pesan mencurigakan berhasil ditandai, termasuk 110 juta pesan penipuan (fraudulent).

Meskipun sistem ini belum sepenuhnya dapat memblokir seluruh panggilan berbahaya, fungsinya sebagai peringatan dini terbukti efektif menekan risiko kerugian finansial dan meningkatkan kewaspadaan digital masyarakat.

Sebagai bentuk edukasi publik, Indosat juga memperkenalkan prinsip Zero Trust, tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi terhadap pesan, tautan, maupun panggilan yang diterima.

Prinsip tersebut menjadi fondasi pendekatan Indosat dalam memperkuat literasi digital nasional.

Layanan Anti-Spam dan Anti-Scam kini hadir di berbagai produk Indosat, seperti SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) untuk pengguna IM3, dan TRI AI: AntiSpam/Scam untuk pelanggan Tri.

SATSPAM memiliki dua varian: Basic, yang otomatis aktif untuk semua pengguna prabayar IM3, serta SATSPAM+, yang dilengkapi deteksi tautan berbahaya.

Sementara pada Tri, sistem bekerja melalui deteksi visual tiga warna, toska untuk nomor aman, kuning untuk nomor tidak dikenal, dan merah untuk nomor berisiko. Kedua fitur ini juga dapat diakses melalui aplikasi myIM3 dan bima+, yang menampilkan notifikasi berwarna serta ringkasan panggilan mencurigakan.

Dengan inovasi ini, Indosat tak hanya memperkuat keamanan digital pelanggan, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pelopor ekosistem telekomunikasi yang berorientasi pada perlindungan pengguna dan keberlanjutan digital di Indonesia. (red)