PROBORNEO — Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan aset daerah terus digencarkan oleh Dinas Perkimtan Barito Utara. Tahun ini, mereka memperkenalkan SIPETAK, sebuah sistem digital berbasis geospasial yang diyakini mampu menghadirkan standar baru dalam pengadaan tanah.
Kabid Pertanahan, Ary Sudarta, memimpin langsung kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Dinas. Ia memaparkan bahwa SIPETAK menampilkan data tanah secara visual melalui koordinat GPS, batas poligon, serta citra objek yang diambil dari lapangan.
Ary menilai bahwa banyak persoalan pengelolaan tanah selama ini muncul akibat kurangnya ketelitian data. Dengan SIPETAK, kesalahan tersebut bisa diminimalisir karena semua informasi terekam secara digital dan lebih mudah diverifikasi.
Selain menawarkan akurasi, SIPETAK juga mengangkat efisiensi sebagai nilai utama. Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan lebih cepat karena dokumen dan data terpusat dalam satu platform.
Kepala Dinas Perkimtan, Ir. H. Junaidi, tidak menutupi rasa bangganya terhadap proyek inovatif ini. Ia menyebut SIPETAK sebagai salah satu hasil nyata dari proyek perubahan PKA Angkatan III 2025 yang sedang dijalankan oleh Kabid Pertanahan.
Menurut Junaidi, keberadaan SIPETAK akan memberikan landasan kuat dalam pengamanan aset tanah pemerintah daerah. Sistem ini berpotensi menjadi rujukan dalam setiap kegiatan perencanaan maupun pembangunan.
Ia menekankan pentingnya pengembangan lanjutan agar SIPETAK bisa bersinergi dengan aplikasi lain di tingkat daerah. Hal tersebut diyakini mampu memperkuat fondasi tata kelola aset jangka panjang.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan dijalankan secara bertahap. Harapannya, SIPETAK dapat segera diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah maupun masyarakat. (Red)



