Pemprov Kalteng

Shrimp Estate Kalteng Pacu Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

A17

PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo periode 2025-2030.

Salah satu program unggulan yang tengah dipercepat adalah pengembangan Tambak Udang Vaname Shrimp Estate, yang diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalteng, H. Darliansjah, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan komunitas pesisir.

“Pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan siap dilaksanakan untuk mendukung program Kalteng Maju dengan program prioritas Huma Betang yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan nelayan di Kalimantan Tengah, yang termuat dalam program Betang Makmur,” ujar Darliansjah, Kamis (6/3/2025).

Program Shrimp Estate Berkah yang berlokasi di Desa Sei Raja, Kabupaten Sukamara, terus mengalami percepatan pengembangan agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian daerah.

“Program shrimp estate di Kabupaten Sukamara terus dipacu untuk peningkatan pendapatan asli daerah yang tentunya mendukung salah satu misi prioritas pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui optimalisasi PAD dan pemanfaatan sumber daya alam lokal,” lanjutnya.

Saat ini, program tersebut ditargetkan menjadi salah satu pilar utama dalam visi Kalteng Berkah Kalteng Maju 2025-2030, yang mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Saat ini, estimasi produksi panen udang vaname di shrimp estate Sukamara sebesar 335 ton setara 27,2 triliun rupiah dengan rencana pasar lokal Kalimantan adalah di Kota Pontianak, Sampit, dan Pangkalan Bun, serta untuk pemasok besar di PT. BMS Serang dan PT. BMI Lamongan,” terang Darliansjah.

Selain berkontribusi pada ekonomi daerah, program ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga kerja lokal.

“Sedangkan jumlah tenaga kerja lokal ada 73 orang atau 87 persen, dan tenaga teknis dari luar Kalimantan sebanyak 11 orang atau 13 persen,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada produksi udang, layanan di BLUD UPT PBAPL Kumai sebagai pengelola Shrimp Estate Sukamara juga mencakup penyediaan es batu berkapasitas 5 ton per minggu, monitoring kualitas air, pengecekan penyakit udang, serta layanan bengkel untuk peralatan tambak.

Siklus panen parsial kedua saat ini tengah berlangsung dengan hasil yang cukup menjanjikan.

“Panen parsial pertama pada siklus kedua dilakukan di 12 petak kluster C sejumlah 4,2 ton. Selanjutnya, pada 6 Februari 2025 dilakukan parsial 6 kolam kluster C sebesar 2,1 ton, kemudian 12 Februari 2025 sebanyak 4,8 ton, dan 20 Februari 2025 dengan total panen 9,9 ton dari 24 kolam di kluster C dan D,” jelasnya. (red)