Pemprov Kalteng

Digitalisasi: Kunci Pengembangan UMKM di Bulan Ramadhan

Gambar Whatsapp 2025 03 06 Pukul 15.59.41 C18a463e

 

PROBORNEO – Bulan Ramadhan menjadi momentum penting bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kenaikan permintaan pasar pada produk makanan, minuman, pakaian, hingga perlengkapan ibadah membuka peluang besar bagi UMKM untuk meraih keuntungan lebih tinggi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Hj Norhani, menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung UMKM untuk berinovasi dalam produk dan layanan guna menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam.

“Peningkatan kualitas dan variasi produk diperlukan agar lebih menarik perhatian para konsumen,” ujar Norhani, Kamis (6/3/2025).

Produk seperti makanan berbuka, hampers Lebaran, pakaian Muslim, serta perlengkapan ibadah kini menjadi daya tarik utama bagi konsumen di bulan Ramadhan.

Selain berinovasi, konsumen saat ini juga semakin selektif dalam memilih produk yang mereka konsumsi, khususnya terkait dengan gaya hidup sehat dan kehalalan produk.

Hal ini membuat sertifikasi halal semakin penting bagi UMKM, terutama yang bergerak di sektor makanan, minuman, dan suplemen.

“Sertifikasi ini memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang mereka beli telah memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kepatuhan terhadap syariat Islam,” jelas Norhani.

Tak hanya berinovasi dalam produk, Norhani juga menyoroti pentingnya digitalisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar.

“Terutama di bulan Ramadhan, di mana permintaan meningkat signifikan, pemanfaatan teknologi dapat membantu UMKM dalam pemasaran, penjualan, serta pengelolaan bisnis yang lebih efektif,” ujarnya.

Melalui pemanfaatan media sosial, UMKM dapat melakukan promosi kreatif dengan konten interaktif dan storytelling, yang akan semakin memperkuat hubungan dengan konsumen.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada UMKM, Pemprov Kalteng telah menggelar berbagai kegiatan, salah satunya adalah Gebyar UMKM yang dilaksanakan di tiga wilayah pada tahun 2024.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi pelaku UMKM, sekaligus menyediakan bazar dan pameran produk unggulan.

“Acara ini bertujuan meningkatkan literasi para pelaku UMKM sekaligus menyediakan bazar dan pameran produk unggulan,” ungkap Norhani.

Selain itu, Gebyar UMKM juga mendukung program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Buatan Lokal, yang mengajak masyarakat untuk lebih memilih produk dalam negeri.

Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Norhani optimis bahwa UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang pesat selama bulan Ramadhan.

“Tidak hanya dalam aspek keuntungan, tetapi juga dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan serta komunitas,” tandasnya. (red)