PROBORNEO – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat akselerasi transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini digenjot agar produk lokal mampu bersaing ketat di tengah pergeseran pola pasar modern.
Kepala DiskopUKM Provinsi Kalteng, Rahmawati, mengatakan bahwa pelaku sektor UMKM saat ini dituntut untuk adaptif dalam menyesuaikan diri dengan pola konsumsi baru yang tidak lagi sekadar berfokus pada kualitas fisik produk semata.
“UMKM tidak cukup hanya menjual produk, tetapi juga harus mampu membangun branding dan storytelling yang kuat agar menarik pasar Gen Z,” ujar Rahmawati, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, karakteristik Generasi Z cenderung lebih tertarik pada produk yang memiliki kemasan visual menarik, narasi latar belakang (storytelling) yang kuat, serta kemudahan akses transaksi melalui berbagai platform digital.
Oleh karena itu, DiskopUKM Kalteng gencar mendorong modernisasi desain kemasan, penguatan identitas merek, serta optimalisasi pemasaran digital lewat media sosial populer seperti TikTok, Instagram Reels, dan Facebook.
Para pelaku usaha turut dibekali pelatihan intensif mengenai produksi konten kreatif, teknik penulisan pesan niaga (copywriting), hingga videografi produk.
Selain menyasar pelaku usaha perorangan, pemerintah daerah juga mempercepat digitalisasi pada sektor koperasi guna meningkatkan efisiensi tata kelola usaha sekaligus menarik minat dan keterlibatan generasi muda.
Seluruh proses pembinaan terintegrasi ini disalurkan melalui program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT-KUMKM) yang mencakup bimbingan perencanaan bisnis, manajemen keuangan, hingga strategi menembus marketplace nasional dan sistem pengadaan daring pemerintah (e-purchasing).
“Melalui pendampingan ini, produk UMKM diharapkan mampu masuk pasar modern dengan standar kemasan dan kualitas yang lebih baik,” jelas Rahmawati mengenai target standardisasi produk daerah.
Guna memperkuat legalitas usaha, DiskopUKM Kalteng turut memfasilitasi pengurusan sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi BPOM, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis.
Di sisi penguatan modal, pemerintah daerah menjalin kemitraan strategis dengan perbankan daerah seperti Bank Kalteng melalui penyaluran skema kredit dengan suku bunga rendah.
Tercatat, setiap tahunnya lebih dari 15.000 UMKM di Kalteng berhasil memperoleh akses pembiayaan ini untuk keperluan ekspansi usaha.
Rahmawati menegaskan bahwa seluruh rangkaian program intervensi ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni memastikan UMKM lokal tidak tertinggal, melainkan mampu naik kelas melalui digitalisasi, keunggulan branding modern, serta memiliki daya saing tinggi di era ekonomi digital. (red)



