Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Bergerak, Bersihkan Pasar Kahayan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia

08062026090936 1

 

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar aksi bersih sampah di kawasan Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus mendukung gerakan nasional pengelolaan sampah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kegiatan yang melibatkan jajaran pemerintah daerah tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga menjadi upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya guna mengurangi pencemaran lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, Joni Harta, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan agenda global yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan selama puluhan tahun dan tahun ini diisi dengan aksi nyata pembersihan sampah.

“Dalam rangka perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ini sudah dilakukan sejak tahun 1993 sampai dengan hari ini. Dan program Presiden pada hari ini salah satunya adalah melakukan gerakan pembersihan sampah,” katanya.

Menurut Joni, kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh wilayah Kalimantan Tengah sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini dilakukan oleh seluruh jajaran Pemprov Kalteng, termasuk pemerintah kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aksi bersih sampah yang dipusatkan di Pasar Kahayan juga dimanfaatkan untuk melakukan pendataan timbulan sampah.

Sampah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dipilah dan ditimbang sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan persampahan di daerah.

“Rangkaian kegiatan saat ini adalah pembersihan di Pasar Kahayan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan ditimbang sebagai bagian dari pendataan sampah,” jelasnya.

Joni menilai persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan serius yang harus ditangani secara bersama karena berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola pengelolaan sampah dari rumah tangga dengan membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak awal.

“Mulai saat ini mari kita belajar mengelola sampah. Sampah ini sudah menjadi musuh karena banyak menimbulkan pencemaran dan dampak lainnya. Dimulai dari rumah tangga agar bisa memilah sampah dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Joni mengungkapkan bahwa pemerintah pusat turut mendukung penguatan pengelolaan sampah di Kalimantan Tengah melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR) yang kini dapat digunakan untuk mendukung program persampahan.

“Provinsi Kalimantan Tengah sudah memiliki dana DBHDR yang penggunaannya diperluas dalam rangka pengelolaan sampah dan itu sudah kami lakukan sejak tahun 2025,” katanya.

Melalui dukungan tersebut, Pemprov Kalteng telah merealisasikan sejumlah program strategis, di antaranya pembangunan pusat daur ulang sampah serta fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pemprov Kalteng berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. (red)