Pemprov Kalteng

Akselerasi Ekonomi Inklusif, Gubernur Kalteng Buka FORBISDA HIPMI 2026

fb img 1778503241497

PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran menghadiri sekaligus membuka secara resmi Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) BPD HIPMI Kalteng 2026, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur setempat, Senin (11/5/2026).

Forum yang mengusung tema penguatan sinergi pengusaha muda dan pemerintah daerah tersebut menjadi wadah taktis dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal yang tangguh guna menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa, barisan pengusaha muda memiliki peran yang sangat krusial dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan di seantero wilayah Kalteng.

Ia menyebut, kemitraan antara pemerintah daerah dan HIPMI perlu terus diperkuat secara berkala lewat program pemberdayaan ekonomi riil, perluasan investasi, pengembangan sektor UMKM, hilirisasi komoditas sumber daya alam, hingga penciptaan lapangan kerja baru yang masif.

“Melalui forum ini saya berharap lahir gagasan konstruktif, inovasi, dan rekomendasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Menurut Agustiar, penguatan ekosistem dunia usaha di kalangan generasi muda merupakan salah satu fondasi utama dalam mempercepat akselerasi pembangunan serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah dari tantangan global.

Sementara itu, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, menyampaikan apresiasi tinggi atas tingginya semangat kolaborasi yang berhasil dibangun oleh BPD HIPMI Kalteng bersama jajaran birokrasi pemerintah daerah.

Ia menilai sinergi dua lini tersebut sangat penting dalam memperkuat iklim usaha serta daya tarik investasi daerah secara berkelanjutan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum BPD HIPMI Kalteng, Bintang Agustiar, menyatakan bahwa generasi muda saat ini harus berani melakukan penetrasi inovasi dan mampu menciptakan peluang-peluang usaha baru yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Menurut Bintang, pergelaran FORBISDA 2026 ini menjadi momentum emas bagi para pengusaha di daerah untuk memperluas jaringan bisnis (business networking), memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta melahirkan barisan pengusaha muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (red)