Pemprov Kalteng

Tanam Lombok, Strategi Kendalikan Inflasi dan Tekan Stunting di Kalteng

Gambar Whatsapp 2025 06 29 Pukul 08.47.33 5a563375

 

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berupaya mencari solusi komprehensif dalam menghadapi dua tantangan besar yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat, yakni inflasi dan stunting.

Kedua persoalan tersebut dinilai saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng, Sunarti, mewakili Gubernur, hadir dalam kegiatan Sosialisasi Tanam Lombok Bebas Inflasi, Stop Stunting, yang digelar Lembaga Perempuan Dayak Provinsi Kalteng, di Kebun Buah Asi Petuk Bukit, Palangka Raya, Sabtu pagi (28/6/2025).

Dalam sambutannya, Sunarti menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif sinergis untuk mengatasi dua isu strategis secara bersamaan.

“Inflasi, terutama yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pangan, secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat dan mengikis kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Di sisi lain, Sunarti mengingatkan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan fisik semata, tetapi juga berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif anak, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Salah satu komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi di daerah adalah cabai. Harga cabai yang fluktuatif kerap memicu lonjakan harga pangan lain.

Untuk itu, melalui gerakan tanam lombok mandiri di pekarangan rumah, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan dari pasokan luar daerah.

“Dengan menggerakkan masyarakat untuk menanam lombok secara mandiri di pekarangan rumah, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga di pasar,” imbuhnya.

Lebih jauh, Sunarti menegaskan bahwa kemandirian pangan di tingkat keluarga memiliki keterkaitan erat dengan upaya menurunkan angka stunting.

“Dengan tersedianya sayur-mayur dan rempah-rempah yang berkualitas dari hasil kebun sendiri, keluarga dapat lebih mudah mengakses asupan gizi yang beragam dan seimbang,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Sunarti menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Perempuan Dayak Kalteng atas inisiatif kegiatan ini dan berharap peserta sosialisasi dapat menjadi pelopor di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap, setelah sosialisasi ini, saudari-saudari dapat menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong partisipasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk berperan aktif dalam ketahanan pangan dan upaya peningkatan kualitas kesehatan keluarga di Kalteng. (red)