DPRD Kalimantan Tengah

Pipit Setyorini Dorong Penguatan BUMD untuk Tingkatkan PAD Kalteng

Whatsapp Image 2025 05 15 At 7.14.57 Pm

 

PROBORNEO – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menjadi perhatian serius kalangan legislatif.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Pipit Setyorini, menegaskan pentingnya optimalisasi tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

Menurut Pipit, peran BUMD tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberadaan badan usaha daerah ini dinilai semestinya menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus sumber pendapatan yang andal bagi pemerintah daerah.

“Penguatan dan tata kelola BUMD sangat penting untuk meningkatkan PAD, dan kami meyakini hal itu bisa dilakukan oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran,” ucap Pipit, Kamis (15/5/2025).

Ia menilai, latar belakang Gubernur Agustiar yang pernah berkecimpung di dunia usaha menjadi modal besar dalam membenahi BUMD di Kalteng.

Pengalaman tersebut, sebutnya, bisa diterapkan untuk mendorong BUMD lebih profesional dan berorientasi pasar.

“Dengan rekam jejaknya di dunia usaha, kami optimis gubernur memahami pentingnya efisiensi, inovasi, dan orientasi pasar dalam mengelola badan usaha milik daerah,” tambahnya.

Pipit menegaskan, optimalisasi BUMD sudah masuk dalam program prioritas Gubernur Agustiar Sabran untuk lima tahun ke depan. Oleh karena itu, sinergi kuat antara pemerintah dan DPRD disebutnya sangat diperlukan agar kebijakan tersebut bisa berjalan efektif.

“Kami dari DPRD akan terus mendukung setiap kebijakan yang berpihak pada penguatan BUMD, terutama jika terbukti mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” katanya lagi.

Dukungan ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap kinerja sejumlah BUMD di Kalteng.

Saat ini, PT Bank Kalteng menjadi satu-satunya BUMD yang konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD. Sementara dua BUMD lainnya, PT Jamkrida dan PD Banama Tingang Makmur, dinilai masih belum optimal.

Pipit berharap, ke depan pemerintah provinsi dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD dan menyusun roadmap pengembangan yang jelas, terarah, dan terukur.

 

“Jika eksekutif dan legislatif bisa bersinergi dengan baik, kami yakin BUMD di Kalteng bisa tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang sesungguhnya,” pungkasnya. (red)