Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Percepat Digitalisasi Desa Lewat Bimtek SIAPDes

Gambar Whatsapp 2025 07 22 Pukul 11.33.58 86977cdd

PROBORNEO – Dalam upaya mendorong percepatan digitalisasi di tingkat pemerintahan desa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Pemerintahan Desa (SIAPDes) Tahun 2025.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (21/7/2025) dan berlangsung di Palace Ballroom Hotel Aquarius, Palangka Raya.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng, H. Aryawan, dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari visi jangka panjang pembangunan daerah, terutama dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, SIAPDes adalah wujud konkret komitmen Pemprov Kalteng dalam menciptakan tata kelola desa yang modern, transparan, dan efisien.

“Aplikasi SIAPDes merupakan bentuk komitmen Pemprov Kalteng untuk mendukung penerapan digitalisasi pemerintah daerah sampai di tingkat desa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aryawan.

Lebih lanjut, Aryawan menjelaskan bahwa SIAPDes dikembangkan untuk menyederhanakan proses administrasi desa dan memudahkan aparatur desa dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pelayanan publik, serta pengelolaan data secara elektronik.

Aplikasi ini mengacu pada regulasi Permendagri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan sistem data kependudukan melalui perjanjian kerja sama antara Dinas PMD dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Tengah.

Hal ini diharapkan akan meningkatkan akurasi data serta efektivitas layanan berbasis digital di desa-desa.

“SIAPDes juga telah terintegrasi dengan data kependudukan berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Tengah terkait pemanfaatan data kependudukan, sebagai database penggunaan fitur layanan yang ada di SIAPDes,” bebernya.

Aryawan menilai hadirnya aplikasi ini bisa menjadi solusi terhadap berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pemerintah desa, seperti proses birokrasi yang lambat dan tumpang tindih data.

Ia juga menekankan bahwa SIAPDes selaras dengan arah kebijakan Smart Village yang tengah digalakkan oleh Pemprov Kalteng.

“Aplikasi ini juga sejalan dengan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk penerapan Smart Village, karena itulah aplikasi ini perlu dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi sampai ke Pemerintah Desa,” katanya.

Sebagai penutup, Aryawan berharap para peserta Bimtek mampu memahami dan mengaplikasikan materi yang diberikan selama pelatihan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan pemerintahan desa secara digital.

“Mari kita wujudkan transformasi digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Bermartabat, dan Kalteng Sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Dinas PMD Kalteng, Bernie Saputra, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Bimtek ini diikuti oleh sebanyak 194 peserta dari berbagai desa di Kalimantan Tengah, dan akan berlangsung hingga 23 Juli 2025.

Bimtek ini diharapkan menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam mendorong tata kelola desa berbasis teknologi, sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang adaptif terhadap era digital. (red)