Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Matangkan RUPM 2025–2045 untuk Dorong Investasi Berkelanjutan

Gambar Whatsapp 2025 07 16 Pukul 12.55.31 580a497d

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mematangkan penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) periode 2025–2045.

Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Sosialisasi Penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) periode 2025-2045. Dan dirangkai dengan Capacity Building Promosi Penanaman Modal Tahun 2025, Rabu (16/7/2025).

Kepala DPMPTSP Provinsi Kalteng, Sutoyo, menyampaikan bahwa penyusunan RUPM bertujuan sebagai pedoman strategis dalam pembangunan investasi jangka panjang yang mampu menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

“Bagaimana kita menyelaraskan RUPM dengan Astacita Presiden Republik Indonesia dan visi-misi Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2025–2030 yang terfokus pada pembangunan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengolahan sumber daya alam yang bijak dan berwawasan lingkungan,” terang Sutoyo, di Palangka Raya.

Ia menambahkan, dokumen RUPM diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi berkualitas, serta menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon investor dalam memetakan potensi unggulan Kalimantan Tengah.

“Tujuan kita adalah meningkatkan kualitas perencanaan modal agar dapat menarik investasi yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan capacity building, peserta dari berbagai instansi terkait dibekali dengan kemampuan menyusun bahan promosi yang terstruktur dan siap ditawarkan, termasuk strategi komunikasi, identifikasi target pasar, hingga teknik presentasi kepada investor domestik dan asing.

“Penguatan sinergi promosi penanaman modal daerah harus dikoordinir dengan baik oleh DPMPTSP provinsi bersama kabupaten/kota, agar strategi promosi lebih terarah dan berdampak pada realisasi investasi,” ujar Sutoyo.

Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, yang hadir dalam kesempatan itu, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung dokumen perencanaan pembangunan daerah yang telah disusun sebelumnya.

“Kegiatan ini sangat strategis dilaksanakan, karena kita juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah menyusun RPJMD daerah 2025–2029 dan kita sudah menyusun juga RPJPD 2025–2045,” jelas Leonard.

Ia pun mengapresiasi capaian investasi Kalteng tahun 2024 yang melebihi target, dan meminta sinergi lintas sektor ditingkatkan guna mencapai target nasional tahun 2025 sebesar Rp25,93 triliun.

“Tahun 2024 sudah 21 triliun lebih dari target 19 triliun. Itu luar biasa, satu prestasi. Dan tahun 2025 ini kurang lebih dari target ditetapkan oleh pusat Rp25,93 triliun. Ini perlu kerja keras dan kerja kolaborasi dengan kabupaten/kota, tentunya bagaimana kita meningkatkan investasi di Kalimantan Tengah,” katanya.

Leonard juga menyoroti potensi kekayaan alam Kalimantan Tengah yang belum digarap maksimal dan menekankan pentingnya peran aktif PTSP di semua level pemerintahan.

“Kita sadari bersama dengan kabupaten/kota ini luar biasa potensi sumber daya alam kita, tetapi masih belum maksimal kita mengembangkannya. Dan juga kita berharap investasi nanti bisa berkembang dengan baik. Tentunya peranan PTSP yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota ini harusnya mendukung,” pungkasnya. (red)