Pemprov Kalteng

Ketua TP PKK Kalteng Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir

16032025010427 0

PROBORNEO – Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Tengah (Kalteng), Aisyah Thisia Agustiar Sabran, turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Palangka, tepatnya di Jalan Mendawai, Jalan Anoi, dan Jalan Danau Rangas, Minggu (16/3/2025).

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng terhadap masyarakat yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Harapannya ke depan, semoga bencana banjir ini cepat menemukan solusi, sehingga tahun berikutnya tidak ada lagi masyarakat yang terkena dampak dari banjir,” ujar Aisyah.

Aisyah mengungkapkan bahwa banjir yang telah berlangsung lebih dari satu minggu ini berdampak besar pada kehidupan warga.

Mereka tidak hanya mengalami kesulitan dalam beraktivitas, tetapi juga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat bertindak lebih cepat dalam menyalurkan bantuan, tanpa harus menunggu dari pemerintah provinsi.

“Kita harapkan Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi bisa bersama-sama menyapa masyarakat yang terdampak banjir. Karena banjir ini tidak terjadi 1-2 hari ini saja, tapi sudah berlangsung 1 minggu, sehingga masyarakat sangat mengharapkan kehadiran dan perhatian dari kepala daerahnya,” tutur Aisyah.

Dalam aksi sosial ini, TP PKK Kalteng menyalurkan 200 paket bantuan di setiap titik. Bantuan yang diberikan berupa beras, paket sembako, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan warga terdampak.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Aisyah menekankan pentingnya peran TP PKK dalam ikut serta membantu masyarakat di tengah bencana.

“Karena TP PKK adalah mitra pemerintah, kita harapkan ke depan program-program TP PKK bisa bersinergi dengan program-program dan visi misi Bapak Gubernur Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Aksi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan organisasi sosial dalam menangani bencana. (red)