Kalimantan Tengah

Kakanwil Ditjenpas Kalteng Paparkan Kinerja di Rapat Anev Pemasyarakatan Semester I 2025

Gambar Whatsapp 2025 05 15 Pukul 17.29.49 Cde40c1c

PROBORNEO – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah (Kalteng), I Putu Murdiana, bersama jajaran menghadiri Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Pemasyarakatan Semester I Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung Kamis (15/5/2025) dan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.

Rapat internal tersebut digelar untuk mengevaluasi capaian kinerja Pemasyarakatan selama semester pertama tahun ini, sekaligus menyusun langkah strategis dalam menghadapi tantangan di lapangan dan menyukseskan program prioritas ke depan.

Seluruh Kakanwil Pemasyarakatan dari berbagai daerah se-Indonesia turut hadir dalam forum penting tersebut.

Dalam paparannya, Kakanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana, menyampaikan berbagai capaian kinerja di wilayahnya, termasuk progres program prioritas seperti pembinaan Warga Binaan, percepatan asimilasi dan integrasi, serta peningkatan mutu pelayanan di unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, SDM, hingga tantangan dalam proses pembinaan.

“Rapat internal ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas capaian kinerja kami selama Semester I tahun 2025. Kami juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang akan diambil guna mensukseskan program kerja yang telah disusun,” ujar Kakanwil.

Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan pemasyarakatan.

“Melalui forum ini, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan Pemasyarakatan, dan menjawab tantangan dengan solusi yang terukur,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjenpas Mashudi dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan akselerasi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan ke depan. Ia juga memberikan solusi konkret terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Kita harus fokus pada solusi kolaboratif, baik melalui koordinasi dengan Pemerintah setempat maupun pemanfaatan teknologi untuk efisiensi kerja,” tegas Mashudi.

Rapat Anev ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan langkah bersama, serta memperkuat komitmen membangun sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berkeadilan.

Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen seluruh peserta untuk terus berinovasi demi meningkatkan kinerja pemasyarakatan di seluruh Indonesia. (red)