Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Ultimatum Perusahaan Bandel Soal PAD

Img 20250920 Wa0014

 

 

PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap perusahaan yang abai dalam mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sikap tegas itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi PAD di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat (19/9/2025) malam.

Dari 65 perusahaan yang diundang, hanya enam direktur yang hadir langsung. Selebihnya, sebagian besar hanya mengutus perwakilan. Kondisi ini membuat Gubernur meluapkan kekecewaannya.

“Saya malas sebenarnya menyampaikan ini, tapi faktanya yang hadir hanya enam direktur. Sisanya banyak diwakilkan. Kalau merasa bukan direktur, sebaiknya tinggalkan ruangan ini,” tegas Agustiar.

Padahal, Agustiar tetap hadir meski sejak pagi hingga sore menjalani agenda padat, termasuk penanaman pohon, pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 1 Sampit, hingga pembukaan Gubernur Cup Zona Barat. Bahkan, cuaca hujan deras tidak menghalangi kehadirannya.

“Kalau saya hadir di sini sebagai Gubernur, mestinya direktur juga datang langsung. Jangan sepelekan pemerintah. Saya beri waktu seminggu, perusahaan mana pun yang bandel, terutama soal pajak, akan saya kejar,” ujarnya.

Selain kepatuhan pajak, Agustiar juga menyoroti lemahnya tanggung jawab sosial perusahaan, baik dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR), kewajiban plasma, maupun kontribusi terhadap perbaikan jalan rusak yang disebabkan kendaraan bertonase berat.

“Bicara CSR sering tidak konsisten, soal plat kendaraan banyak yang pakai plat luar daerah. Apa saya harus tutup jalan provinsi supaya kalian tidak bisa lewat? Jalan rusak, beban anggaran daerah makin berat, sementara keuntungan besar justru kalian bawa keluar Kalteng,” katanya.

Agustiar menekankan, pemerintah hanya menuntut komitmen nyata, bukan hal berlebihan. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi akan membawa keuntungan bersama.

“Saya tidak bicara masa lalu, saya bicara masa depan. Mari kita jalankan usaha dengan akur, rukun, dan sesuai aturan. Kalau taat regulasi, semua akan berjalan lancar, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (red)