HeadlinePemprov Kalteng

100 Hari Kerja Tuntas, Gubernur Kalteng Lanjutkan Aksi Nyata ke Desa

06072025072741 0

 

PROBORNEO – Sejak dilantik awal 2025, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur, H. Edy Pratowo langsung bergerak cepat.

Dengan semangat kerja nyata, keduanya meluncurkan Program 100 Hari Kerja Huma Betang yang hasilnya kini mulai dirasakan masyarakat hingga pelosok desa.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, program ini bukan sekadar formalitas awal masa jabatan, tetapi langkah konkret membangun Kalimantan Tengah.

“Seratus hari pertama bukanlah tentang waktu yang panjang, tapi tentang langkah awal yang menentukan. Kami ingin memastikan bahwa sejak hari pertama, kami langsung bekerja, bukan berteori. Karena rakyat tidak menunggu janji, rakyat butuh bukti nyata. Itulah semangat kami dalam membangun Kalteng BERKAH, Kalteng Maju,” ungkap Gubernur.

Program ini menyentuh berbagai sektor, mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok, pembukaan akses internet di pedalaman, perbaikan jalan, hingga percepatan bantuan bagi petani, nelayan, dan sektor pendidikan.

“Semua itu adalah bentuk kerja cepat, terukur, dan menyentuh langsung rakyat,” tandasnya.

Dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, program ini memuat berbagai terobosan, di antaranya percepatan digitalisasi pendidikan, pengendalian karhutla, pembangunan infrastruktur konektivitas antarwilayah, hingga pengangkatan P3K. Program berjalan sejak 20 Februari hingga 30 Mei 2025 dan tercapai 100 persen.

Setelah 100 hari kerja tuntas, langkah cepat Gubernur tak berhenti. Ia langsung turun ke desa-desa menyapa warga, meninjau infrastruktur, dan menyerap aspirasi.

“Kerja nyata harus terus dilanjutkan, tidak berhenti di 100 hari. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan lahir dari suara masyarakat,” ujar Agustiar saat kunjungan di wilayah pedalaman.

Selain blusukan, Gubernur juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi layanan publik. Saat sidak di sekolah, ia menyoroti praktik penahanan ijazah siswa karena tunggakan biaya.

Ia menegaskan, “Tidak boleh ada penahanan ijazah, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.”

Untuk menggerakkan ekonomi lokal, Gubernur turut menggagas program “Huma Betang Night”, ajang mingguan yang memadukan promosi UMKM, pertunjukan seni budaya, dan ruang dialog rakyat dengan pemerintah.

“Tujuannya adalah untuk menggerakkan perekonomian, mendukung UMKM,” ucap Agustiar saat Huma Betang Night keempat, Sabtu (5/7/2025).

 

Seluruh langkah tersebut menjadi bukti bahwa komitmen Gubernur tak berhenti di awal masa jabatan.

Dengan kerja cepat dan semangat gotong royong, Pemprov Kalteng terus bergerak mewujudkan visi Kalteng BERKAH, Kalteng Maju, dan Indonesia Emas 2045. (red)