Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Tekankan Peran Pilar Sosial dalam Atasi Kemiskinan dan Stunting

Gambar Whatsapp 2025 04 15 Pukul 18.38.28 53b94b8d

PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya sinergi antarstakeholder dalam mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan, stunting, dan bencana.

Hal ini disampaikannya dalam Dialog Menteri Sosial bersama Pilar-Pilar Sosial se-Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (15/4/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti peran vital pilar-pilar sosial sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, khususnya mengingat kondisi geografis Kalteng yang luas dan rentan terhadap bencana alam.

“Kehadiran pilar sosial ini sangat membantu karena Kalimantan Tengah Provinsi terluas di Indonesia, yang rentan terjadi bencana karhutla saat musim kemarau dan banjir di musim penghujan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Kalteng pada 2024 sebesar 5,26 persen, di bawah rata-rata nasional 8,57 persen. Namun, mayoritas warga miskin berada di pedesaan yang masih minim akses pendidikan dan layanan sosial.

“Sebagian besar penduduk miskin berada di pedesaan, dengan akses pendidikan dan layanan sosial terbatas,” tuturnya.

Sebagai upaya konkret, Pemprov Kalteng terus mendorong percepatan pembangunan melalui Program Prioritas Huma Betang Sejahtera yang menyasar masyarakat kurang mampu.

“Program ini kami targetkan terutama bagi masyarakat kurang mampu, antara lain dengan pemberian bantuan langsung tunai, pasar murah, sekolah dan kuliah gratis, layanan kesehatan gratis, bantuan petani dan nelayan,” jelas Agustiar.

Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang menengah atas yang masih tertinggal secara nasional.

“Hal ini menunjukkan kapasitas sistem pendidikan menampung siswa dan partisipasi masyarakat Kalimantan Tengah usia sekolah cukup baik, namun tetap perlu ditingkatkan mengingat Angka Partisipasi Murni usia SMA/SMK/MA sederajat sebesar 58,05 dibawah angka Partisipasi Murni Nasional yakni 64,32,” imbuhnya.

Ia turut menyampaikan dukungan terhadap pendirian Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Saat ini kami juga sedang menyusun proposal dan menyiapkan lahan untuk mendirikan Sekolah Rakyat di Kota Palangka Raya,” tukasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya sinergi data dan arah kebijakan yang terpadu dalam penanganan masalah sosial.

“Pertama, data harus akurat dan tidak boleh sendiri-sendiri, karena yang kita kerjakan itu dikerjakan bersama-sama. Kedua, program kita ini harus terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menyebut bahwa dialog seperti ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng secara merata. (red)