Pemprov Kalteng

Dinas TPHP Kalteng Sukses Panen 3 Ton Bawang Merah di Tangkiling

img 20260415 wa0053

PROBORNEO – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan panen raya bawang merah di kawasan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil nyata dari program bantuan bibit unggul dan sarana produksi (saprodi) yang disalurkan kepada kelompok tani setempat.

Panen yang dilakukan di atas lahan seluas setengah hektar tersebut diprediksi menghasilkan sekitar 3 ton bawang merah. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa intervensi pemerintah provinsi mampu mendongkrak produktivitas pertanian di tingkat masyarakat.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui program strategis yang menyasar langsung kelompok tani di berbagai wilayah.

“Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, diharapkan para petani mampu terus meningkatkan hasil produksi serta berperan aktif dalam menjaga ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah,” tutur Rendy Lesmana.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Kalteng, Mukti Aji, menjelaskan bahwa pengembangan komoditas bawang merah merupakan bagian dari strategi besar peningkatan produksi hortikultura daerah.

Pemerintah daerah terus mendorong agar petani semakin mandiri melalui intervensi yang terarah.

“Harapannya, intervensi ini tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga efisiensi usaha tani serta pendapatan petani,” jelas Mukti Aji.

Keberhasilan panen ini disambut baik oleh para petani. Wiji, salah satu anggota kelompok tani penerima bantuan, mengakui bahwa dukungan sarana produksi dari pemerintah sangat meringankan beban operasional dan meningkatkan kualitas hasil panen mereka.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami, mulai dari bibit hingga kebutuhan lainnya. Hasil panen kali ini juga cukup memuaskan, semoga ke depan bisa lebih meningkat lagi,” ungkap Wiji penuh syukur.

Program pemberian bantuan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Kalimantan Tengah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan angka inflasi pada komoditas bumbu dapur tersebut. (red)