Pemprov Kalteng

Dukung Optimasi Lahan, Dinas TPHP Kalteng Gandeng United Tractors

Gambar Whatsapp 2025 03 08 Pukul 20.23.29 C8817f79

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong optimalisasi lahan rawa untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Sebagai bagian dari upaya ini, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng menerima audiensi dari PT. United Tractors Tbk untuk membahas dukungan dalam Program Optimasi Lahan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas TPHP pada Rabu (5/3/2025) ini dihadiri Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT. United Tractors Tbk, Dicky Firmansyah, bersama tim dari Jakarta.

Hadir pula perwakilan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

PT. Anindhita Karya Anugerah, sebagai kontraktor optimasi lahan, juga ikut serta dalam diskusi tersebut.

Dalam pertemuan ini, PT. United Tractors Tbk, selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Komatsu, berencana bekerja sama dengan PT. Anindhita Karya Anugerah untuk menguji penggunaan Bulldozer Farming dalam pengolahan lahan rawa di wilayah Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Sebelum uji coba dilakukan, tim teknis memaparkan kondisi lahan, pola kerja, serta target yang ingin dicapai.

Dicky Firmansyah menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam pengolahan lahan rawa adalah tingginya curah hujan di wilayah Dadahup yang menyebabkan genangan air cukup dalam.

“Kondisi curah hujan di wilayah Dadahup sangat tinggi dan lahan tergenang cukup dalam. Kondisi ini kurang mendukung proses uji coba alat berat di lapangan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa variasi kedalaman genangan di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penggunaan alat berat. Oleh karena itu, strategi pengolahan lahan yang tepat diperlukan agar proses uji coba dapat berjalan optimal.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas TPHP Kalteng, Sunarti, menyatakan bahwa pihaknya siap membantu mengatasi kendala tersebut dengan menyediakan pompa guna mengurangi genangan air di lokasi uji coba.

“Semoga proses uji coba di lokasi dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Dengan adanya kolaborasi ini, optimasi lahan rawa di Kalimantan Tengah diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus membuka peluang bagi petani setempat. (red)