Headline

Aliansi Dayak Bersatu Tolak GRIB Jaya di Kalteng

Img 20250311 Wa0026

 

PROBORNEO – Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Dayak Bersatu Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan, menolak kehadiran organisasi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di wilayah mereka.

Sikap ini disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah masyarakat di Palangka Raya.

Menurut inisiator Aliansi Dayak Bersatu Kalteng, Agustalinae Elisasusianae, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi dampak sosial yang bisa terjadi di masa depan.

“Kami melihat ada potensi gesekan sosial jika GRIB Jaya terbentuk di Kalimantan Tengah. Kami ingin menjaga ketertiban dan kedamaian masyarakat,” ujarnya usai pertemuan di Rumah Bapak Dimer Umbing, Jl. Bukit Raya 15, No. 3, Palangka Raya, Senin (10/3/2025).

Elisasusianae menilai bahwa Kalteng sudah memiliki banyak organisasi masyarakat (ormas) lokal yang berperan dalam pembangunan daerah.

“Ormas di Kalimantan Tengah sudah cukup banyak dan kuat. Kenapa kita harus mengambil dari luar? Kenapa tidak membina yang sudah ada?” katanya.

Senada dengan itu, Mega, inisiator lainnya, menyoroti bahwa GRIB Jaya tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah maupun tokoh adat sebelum berencana membentuk kepengurusan di Kalteng.

“Bahkan sejak awal sampai sekarang, mereka tidak pernah berkomunikasi dengan forum kebangsaan atau tokoh-tokoh adat Dayak setempat. Tiba-tiba saja muncul,” ungkapnya.

Mega menegaskan bahwa penolakan ini merupakan langkah untuk menjaga stabilitas sosial di Kalteng.

“Kami tidak ingin ada konflik sosial di Kalimantan Tengah. Kami ingin daerah ini tetap damai dan aman,” tegasnya.

Sementara itu, Eman Supriyadi, salah satu peserta pertemuan, menilai kehadiran GRIB Jaya di Kalteng tidak profesional karena tidak melalui prosedur yang semestinya.

“Mereka seharusnya sejak awal berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti forum kebangsaan, Kesbangpol, dan tokoh masyarakat. Mengapa mereka memilih Kalimantan Tengah? Ada kepentingan apa?” tanyanya.

Lebih lanjut, ia mengkritik cara GRIB Jaya masuk ke Kalteng tanpa melibatkan masyarakat adat.

“Mereka mungkin sudah menemui beberapa pihak, tapi bagaimana dengan masyarakat akar rumput? Mereka yang akan terkena dampaknya langsung,” tambah Eman.

Sebagai bentuk ketegasan, Aliansi Dayak Bersatu menyatakan siap mengambil langkah konkret jika aspirasi mereka tidak didengar.

“Kami akan melakukan orasi dan menyampaikan sikap tegas kami kepada pemerintah. Ini bentuk kepedulian kami terhadap Kalimantan Tengah,” tegas Elisasusianae. (red)