PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program unggulan Huma Betang, yang menjadi simbol pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Data Desa Program Huma Betang Wilayah Timur Tahun 2025, yang digelar di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, dan turut dihadiri Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, yang memberikan arahan langsung kepada seluruh peserta.
Dalam laporan kegiatan, Plh. Sekda Kalteng, Herson B. Aden, menjelaskan bahwa Rakor ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, khususnya dalam pengelolaan data desa di wilayah timur.
“Kegiatan ini untuk mendukung program sosial agar tepat sasaran dan memastikan sinkronisasi data desa secara lengkap, khususnya di wilayah timur Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Rakor ini diikuti 394 peserta, terdiri dari para kepala desa dari empat kabupaten di wilayah timur, yakni Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya, serta sejumlah undangan dari berbagai lembaga terkait.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Wagub Edy Pratowo, ditegaskan bahwa Program Huma Betang merupakan perwujudan nyata dari visi dan misi kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.
“Program Huma Betang adalah Program dari Visi-Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah untuk Mengangkat Harkat Martabat khususnya masyarakat Dayak dan umumnya Masyarakat Kalimantan Tengah (Manggatang Utus) dengan Spirit Kearifan Lokal Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, menuju Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera, Untuk Menyambut Indonesia Emas 2045,” tutur Wagub.
Program Huma Betang mencakup delapan program prioritas, di antaranya BLT Rp2 juta per KK, Operasi Pasar Sembako Murah, Sekolah dan Kuliah Gratis, Kesehatan Gratis berbasis KTP/BPJS, Akses Lapangan Kerja, Bantuan Modal Petani, Bantuan Nelayan, serta Bantuan Rumah Guru.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Kami tidak ingin ada anak-anak Kalimantan Tengah tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, atau tidak bisa makan. Semuanya, termasuk yang tidak mampu, berhak menikmati akses pembangunan dan layanan berkualitas seperti pendidikan, kesehatan, stimulus ekonomi, bantuan pangan, dan sosial,” tegasnya.
Agustiar menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah akan meluncurkan Program Prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera, yang menjadi payung integrasi seluruh program sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di Kalimantan Tengah.
“Pemanfaatan data desa yang akurat, mutakhir, lengkap, dan terintegrasi merupakan hal yang ingin kita capai bersama guna mendukung Program Kartu Huma Betang sehingga dalam implementasinya tepat sasaran,” jelasnya.
Menurutnya, keakuratan data desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan Satu Data Indonesia di tingkat provinsi, yang sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Selain menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi data, Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjalankan program prioritas daerah.
“Mari bersama kita wujudkan masyarakat Kalimantan Tengah yang sejahtera, berkeadilan, dan berdaya saing, dengan semangat Isen Mulang yang menjadi jati diri kita bersama,” pungkas Gubernur Agustiar Sabran.
Melalui pelaksanaan Rakor ini, Pemprov Kalteng menegaskan arah pembangunan berbasis data yang transparan, terukur, dan berpihak pada masyarakat, sebagai wujud nyata implementasi semangat Huma Betang: hidup rukun, bekerja bersama, dan maju untuk semua. (red)



