Pemprov Kalteng

Wagub Edy Ajak Daerah Tetap Fokus di Tengah Tantangan Fiskal

Fb Img 1762155815401

 

 

PROBORNEO – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk tetap fokus melaksanakan program pembangunan daerah, meski kondisi fiskal nasional tengah menghadapi tantangan dan penyesuaian dana transfer dari pusat.

Hal itu disampaikan Edy saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2025 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin (3/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Edy yang membacakan sambutan Gubernur Kalteng menegaskan pentingnya forum Rakordalev sebagai wadah mengevaluasi capaian kinerja pembangunan daerah menjelang akhir tahun.

“Rakor ini sangat strategis, untuk mengevaluasi kinerja capaian pembangunan daerah hingga Triwulan III Tahun 2025, apakah sudah sesuai target kita atau belum,” ujar Edy.

Ia menyebut, tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi daerah, terutama karena adanya perubahan skema dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap pelaksanaan berbagai program di daerah.

“Namun, kita tetap harus fokus pada pelaksanaan program-program prioritas nasional dan daerah, terutama yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng adalah Kartu Huma Betang Sejahtera, yang akan mulai dijalankan secara efektif pada tahun 2026.

Edy menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, terdapat sejumlah langkah strategis yang harus segera dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan fiskal di tengah penyesuaian anggaran.

Langkah tersebut antara lain melakukan efisiensi pada pos perjalanan dinas, rapat-rapat, serta pemeliharaan sarana dan prasarana kantor.

Selain itu, pemerintah daerah diminta menggali sumber pendapatan baru yang tidak membebani masyarakat kecil, serta mendorong peran BUMD dan sektor swasta untuk memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, terutama dalam pelaksanaan program prioritas nasional yang dilaksanakan di wilayah Kalimantan Tengah.

Edy menambahkan, percepatan penyerapan anggaran juga harus menjadi perhatian serius mengingat waktu efektif pelaksanaan tahun anggaran 2025 hanya tersisa kurang dari dua bulan.

“Agar pembangunan daerah berjalan makin optimal, ada beberapa hal penting yang perlu saya sampaikan, antara lain penyerapan anggaran kita masih rendah, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah percepatan, apalagi waktu efektif tinggal 1,5 bulan saja lagi, namun dengan tetap memperhatikan kualitas dan akuntabilitas,” katanya.

Selain itu, Edy meminta seluruh kabupaten dan kota segera melaporkan capaian realisasi anggaran serta indikator kinerja pembangunan setiap triwulan, termasuk dukungan terhadap prioritas nasional dan provinsi.

Melalui forum Rakordalev, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program prioritas nasional tahun 2026, seperti MBG, Lumbung Pangan, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Cek Kesehatan Gratis, PKH, dan Program Indonesia Pintar.

Gubernur melalui Wagub Edy turut berpesan kepada sejumlah daerah seperti Barito Utara, Katingan, Pulang Pisau, Lamandau, dan Seruyan agar segera membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED), serta memastikan hasil evaluasi menjadi masukan konkret bagi perencanaan pembangunan berikutnya.

“Mari kita terus bersinergi, berkolaborasi membangun Kalimantan Tengah makin berkah, maju, dan sejahtera, untuk Indonesia Emas 2045,” ucap Edy sembari membuka Rakordalev secara resmi. (red)