PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran memberikan dukungan nyata kepada mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai pelosok daerah.
Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan sembako yang diserahkan secara simbolis di Aula Rahan, Senin (7/7/2025), sebagai bentuk apresiasi dan komitmen Pemprov Kalteng terhadap dunia pendidikan dan generasi muda.
“Kalian bukan sekadar peserta KKN. Kalian adalah penyambung harapan masyarakat, pelopor inovasi lokal, dan agen perubahan sosial,” ucap Gubernur dalam sambutannya di hadapan para mahasiswa dan dosen pembimbing.
Menurut Gubernur, bantuan ini mungkin terlihat sederhana, namun nilai utamanya adalah dorongan semangat untuk para mahasiswa dalam menjalankan tugas pengabdian mereka.
“Supaya kalian tetap semangat, tetap kuat, dan terus bergerak membawa manfaat,” harapnya.
Ia juga menitipkan pesan khusus kepada para dosen pembimbing lapangan agar membimbing mahasiswa dengan arah, etika, dan nilai selama terjun langsung ke tengah masyarakat.
“Saya titipkan anak-anak muda Kalimantan Tengah ini untuk dibentuk bukan hanya jadi lulusan, tapi jadi pemimpin masa depan,” tegas Gubernur Agustiar Sabran.
Rektor UPR, Salampak, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Gubernur terhadap mahasiswa dan dunia pendidikan.
“Civitas akademika UPR berterima kasih atas kepedulian Bapak Gubernur pada dunia pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur untuk menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin Kalimantan Tengah dan Indonesia di masa depan.
“Ini untuk siapa? Menyiapkan generasi memimpin Kalimantan Tengah, pemimpin Indonesia,” ujarnya.
Sebanyak 2.325 mahasiswa UPR akan melaksanakan KKN Reguler Periode I di 155 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. Kegiatan KKN berlangsung selama satu bulan, dari 16 Juli hingga 18 Agustus 2025.
Paket sembako yang dibagikan berisi beras, gula, dan minyak goreng sebagai bentuk dukungan moral dan logistik agar mahasiswa tetap bersemangat dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. (red)



