Muara Teweh – Kekuatan media sosial dalam menyuarakan keluhan masyarakat menjadi perhatian serius Pemkab Barito Utara. Dalam rapat koordinasi terkait kelangkaan energi pada Selasa (13/1/2026), Bupati H. Shalahuddin menekankan pentingnya respons digital yang nyata dari pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah, Muhlis, mengungkapkan bahwa setiap kali terjadi antrean panjang di SPBU, unggahan warga di media sosial langsung membludak. Hal ini menjadi barometer bagi pemerintah bahwa ada masalah sistemik yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.
Sebagai solusi atas kecepatan informasi tersebut, Bupati mengusulkan pembentukan grup koordinasi khusus. Grup ini nantinya akan diisi oleh para pemangku kepentingan untuk memantau kondisi lapangan secara real-time dan memberikan klarifikasi atau tindakan cepat saat ada isu yang viral.
“Media sosial memberikan peringatan dini bagi kita. Dengan koordinasi yang baik di grup khusus tersebut, pemerintah daerah dapat menunjukkan langkah nyata dalam penanganannya sebelum masalah menjadi semakin liar,” pungkas Bupati dalam arahannya.
Rapat ini juga menyoroti fenomena “SPBU buka singkat”, di mana operasional hanya berlangsung satu hingga dua jam karena stok diklaim habis. Hal-hal teknis seperti inilah yang akan menjadi fokus pemantauan harian oleh tim koordinasi yang baru dibentuk tersebut.
Langkah responsif terhadap media sosial ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap keluhan digital yang masuk ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan, bukan sekadar janji di atas meja rapat.



