PROBORNEO — Upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi banjir di Kecamatan Teweh Tengah kini memasuki tahap pelaksanaan. Dinas PUPR Barito Utara secara resmi memulai normalisasi Sungai Plahana yang diarahkan menuju Sungai Brioi sebagai solusi awal mengurangi genangan air.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan beberapa unsur pimpinan daerah. Pemkab menganggap masalah banjir sebagai kondisi yang harus segera ditangani secara menyeluruh.
Sungai Plahana selama ini menjadi salah satu titik penyebab banjir akibat sedimentasi dan penyempitan aliran. Dengan melakukan normalisasi, pemerintah berharap aliran air kembali lancar dan tidak mudah meluap ketika intensitas hujan meningkat.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa segala proses penanganan harus didahului oleh kajian teknis agar hasil yang dicapai benar-benar efektif dan berkelanjutan. Ia meminta seluruh jajaran teknis untuk bergerak cepat, tepat, dan terstruktur dalam melakukan penanganan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, terutama dalam menyusun rencana jangka panjang yang dapat mencegah banjir berulang setiap musim hujan. Menurutnya, penanganan banjir bukan hanya proyek sesaat, melainkan bagian dari pembangunan daerah yang harus terus dipantau.
Kadis PUPR Barito Utara, M. Iman Topik, mengungkapkan bahwa persiapan SID tengah dilakukan. Tim telah turun untuk mengidentifikasi titik kritis, menyusun rencana normalisasi lanjutan, serta memetakan langkah teknis yang akan menjadi dasar pembangunan berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa SID akan menjadi landasan untuk mengetahui volume normalisasi yang dibutuhkan dan jenis intervensi teknis yang paling tepat. Data tersebut penting agar proyek tidak hanya menyelesaikan masalah sementara, tetapi memberikan manfaat jangka panjang.
Program normalisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan agenda kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati. Fokus utamanya adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat dari bencana banjir.
Dengan sinergi yang terus dibangun antarinstansi terkait, pemkab berharap genangan air yang biasanya bertahan lama dapat diminimalkan bahkan dihilangkan sepenuhnya. Pekerjaan ini pun menjadi harapan baru bagi warga KM 38 dan sekitarnya. (Red)



