Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, akhirnya angkat bicara mengenai rumor rencana perombakan kabinet atau pelantikan pejabat besar-besaran yang berkembang di masyarakat. Usai menyerahkan bantuan kebakaran di Jalan Merak, Jumat (9/1/2026), Bupati menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada agenda pelantikan pejabat secara menyeluruh di lingkungan pemerintah kabupaten.
Langkah ini diambil karena pemerintah daerah saat ini sedang berfokus pada penanganan persoalan prioritas dan pelayanan dasar. Bupati Shalahuddin menjelaskan bahwa dirinya memerlukan waktu untuk melakukan penilaian secara objektif terhadap jajarannya. Proses pengamatan ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahap evaluasi yang terukur.
Masa evaluasi kinerja pejabat eselon tersebut diproyeksikan akan berlangsung hingga April mendatang. Bupati ingin memastikan bahwa setiap pejabat memiliki kesempatan untuk menunjukkan kapasitas kerja mereka sebelum diputuskan apakah akan tetap di posisi semula atau dilakukan pergeseran. Penegasan ini sekaligus menenangkan suasana kerja di lingkungan birokrasi Barito Utara agar tetap fokus melayani masyarakat.
Meskipun pelantikan menyeluruh belum diagendakan, Bupati memberikan pengecualian untuk sektor tertentu. Ia mengakui adanya potensi pelantikan terbatas yang kemungkinan besar menyasar posisi-posisi krusial di instansi strategis. Hal ini semata-mata dilakukan untuk mengisi kekosongan atau penyegaran di pos yang membutuhkan penanganan segera.
Bupati Shalahuddin berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Segala keputusan terkait penataan aparatur sipil negara (ASN) akan dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan mengedepankan asas profesionalisme.
Dalam pernyataannya, ia meminta dukungan dari seluruh pihak agar roda pemerintahan dapat berjalan stabil. Fokus utama kepemimpinannya saat ini adalah memastikan program-program pembangunan tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh dinamika pergantian pejabat yang belum saatnya dilakukan.



