Muara Teweh – Upaya pemulihan pascabencana tanah longsor di wilayah Karengan, Kelurahan Jambu, kini memasuki babak baru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan peninjauan teknis di lapangan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan data lapangan dengan perencanaan infrastruktur. Tim gabungan tersebut menyisir area terdampak guna memastikan koordinasi antara bidang rehabilitasi dan teknis sipil berjalan selaras.
Kepala Pelaksana BPBD, Simamoraturahman, menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menghasilkan solusi yang tepat sasaran. Menurutnya, penanganan bencana yang bersifat permanen membutuhkan sentuhan teknis dari dinas terkait.
Pihak Kelurahan Jambu turut mendampingi proses pengecekan ini untuk memberikan gambaran sosial mengenai warga yang terdampak. Hal ini penting agar kebijakan yang diambil nantinya tidak hanya kuat secara struktur, tapi juga humanis.
Dinas PUPR sendiri berperan dalam memetakan kerusakan infrastruktur jalan maupun pemukiman. Dengan adanya data yang valid, estimasi biaya dan durasi perbaikan dapat segera ditentukan untuk diajukan ke tahap selanjutnya.
Target utama dari sinergi ini adalah mengembalikan kenyamanan akses bagi masyarakat sekitar. Kecepatan respons antar instansi diharapkan menjadi kunci agar proses rekonstruksi tidak memakan waktu lama.



