PROBORNEO — Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 dengan aksi nyata penanaman ratusan bibit pohon di kawasan Bumi Perkemahan Panglima Batur, Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan pelestarian alam sekaligus pengendalian kerusakan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi itu dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, pimpinan perusahaan, komunitas kepemudaan, hingga masyarakat umum yang ikut berpartisipasi. Penanaman dilakukan pada area Taman DAM Trahean, yang diproyeksikan menjadi ruang terbuka hijau baru di wilayah tersebut.
Bibit yang ditanam terdiri dari Ketapang Kencana, Tanjung, dan Ucuk Merah, berjumlah sebanyak 100 batang. Pemilihan jenis tanaman ini dipertimbangkan karena daya adaptasi tinggi serta memberikan manfaat ekologis dalam memperkuat struktur tanah dan meningkatkan kualitas udara.
Tidak hanya penanaman pohon, masyarakat yang hadir juga menerima pembagian bibit buah seperti klengkeng, mangga, dan jambu biji untuk kemudian ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Harapannya, gerakan penghijauan dapat meluas hingga tingkat rumah tangga.
Pada sesi siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan serta strategi pencegahannya. Pendidikan lingkungan menjadi fokus utama agar masyarakat memahami pentingnya menjaga bumi mulai dari tindakan kecil yang konsisten.
Plt. Kepala DLH Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati, menyampaikan bahwa aksi penanaman pohon merupakan langkah konkret daerah dalam mitigasi banjir, pemulihan lahan kritis, dan mengurangi risiko perubahan iklim yang makin terasa setiap tahunnya.
Menurutnya, setiap masyarakat memegang peran penting dalam keberhasilan pelestarian lingkungan. “Gerakan ini bukan hanya seremonial, tetapi komitmen jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan lingkungan Barito Utara,” tegasnya.
Ia berharap seluruh bibit yang ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan. “Lingkungan yang sehat adalah investasi terbaik bagi generasi mendatang,” tutupnya. (Red)



