Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Tegaskan Pendidikan Gratis Hingga Kuliah

17

PROBORNEO — Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul terus diperkuat.

Melalui berbagai terobosan di sektor pendidikan, program pendidikan gratis dari tingkat SMA, SMK, SLB hingga kuliah kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Hal ini ditegaskan Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran melalui Wakil Gubernur H. Edy Pratowo saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kalteng, Jumat (2/5/2025).

“Biaya sekolah bahkan hingga kuliah sepenuhnya ditanggung pemerintah. Tidak ada pungutan,” tegas Edy.

Selain itu, program unggulan Satu Keluarga Satu Sarjana juga terus diperluas agar anak-anak dari keluarga sederhana memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Pemprov Kalteng pun tengah menyiapkan fasilitas pendidikan modern seperti TV interaktif, papan tulis digital, dan membangun Sekolah Rakyat di daerah pelosok.

“SDM adalah kunci. Kalau hanya mengandalkan sumber daya alam, suatu saat akan habis. Tapi kalau kita punya SDM dan ilmu pengetahuan, itu tidak akan pernah habis,” lanjut Edy.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Kalteng menyiapkan anggaran sebesar Rp2,3 triliun pada tahun ini.

Salah satu program utamanya yakni kuliah gratis bagi 10.000 mahasiswa, yang akan resmi diluncurkan pada peringatan Hari Jadi Kalteng, 23 Mei mendatang.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo menyatakan, momentum Hardiknas 2025 menjadi pemicu percepatan realisasi berbagai program pendidikan strategis daerah.

“Kita ingin pendidikan di Kalteng tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas dan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” ucap Reza.

Ia menambahkan, saat ini Pemprov tengah merampungkan regulasi Kartu Huma Betang sebagai payung program bantuan pendidikan.

Selain itu, penyediaan lahan Sekolah Rakyat dan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palangka Raya juga terus dipacu.

“Kita harus pastikan semua program berbasis data terbaru dan tidak ada tumpang tindih. Paling lambat 2026 semua program akan mulai berjalan secara menyeluruh,” tegasnya.

Untuk mendukung transparansi, Pemprov telah meluncurkan aplikasi Pena Kalteng yang memungkinkan masyarakat memantau langsung kondisi sekolah di seluruh wilayah.

Pemerintah juga tengah menyiapkan surat edaran tentang manajemen kegiatan sekolah, termasuk soal study tour dan wisuda agar lebih terukur.

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media, Pemprov optimistis mewujudkan pendidikan gratis, modern, dan berkualitas hingga ke pelosok. (red)