PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) kembali melaksanakan kegiatan restocking ikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 10.000 ekor benih ikan — terdiri dari lele, nila, dan betok — dilepasliarkan di Sungai Serapat, Desa Serapat, Kabupaten Barito Timur, Selasa (5/8/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, Bupati Barito Timur M. Yamin, serta jajaran pejabat Pemprov Kalteng. Dalam sambutannya, Leonard menegaskan bahwa kegiatan restocking merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pelepasan benih ikan ini bukan hanya menjaga keberlanjutan sumber daya air, tapi juga membantu nelayan agar tetap produktif dan sejahtera,” ujar Leonard.
Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, menjelaskan bahwa restocking merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk memastikan populasi ikan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat pesisir sungai.
“Ini bentuk nyata komitmen pemerintah dalam melestarikan sumber daya perikanan sekaligus mendukung peningkatan ekonomi lokal,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, program restocking sejalan dengan visi pembangunan daerah “Kalteng Berkah, Maju, dan Bermartabat” menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui restocking, kita menjaga keberlanjutan alam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan,” tegas Gubernur.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Kalteng dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, agar hasil perikanan tetap menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Tengah.(red)



