Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Optimis Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gambar Whatsapp 2025 02 06 Pukul 19.13.47 35a2b7ed

PROBORNEO – Meskipun pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami sedikit perlambatan pada 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tetap optimis dapat meningkatkan perekonomian melalui strategi diversifikasi sektor unggulan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dengan mengembangkan potensi lain yang lebih berkelanjutan.

“Meski pertumbuhan ekonomi sedikit melambat karena beberapa faktor, kami tetap optimis. Pemprov Kalteng berupaya agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat, tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga dengan memanfaatkan dan melestarikan sumber daya alam yang ada,” ujarnya, Kamis (6/2/2025).

Sri menjelaskan, salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD++).

Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Selain REDD++, sektor lain seperti pariwisata dan hilirisasi sumber daya alam juga terus kita dorong agar memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sektor perikanan, perkebunan, serta perhutanan sosial untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.

Selain itu, Kalteng kini berperan sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan target swasembada beras dan jagung.

“Kami berharap berbagai program strategis nasional dan daerah yang sedang berjalan dapat membuat Kalteng semakin berkembang, sehingga pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Agnes Widiastuti, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng tahun 2024 mencapai 4,46 persen.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp222,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118,7 triliun.

“Dari sisi produksi, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,18 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 16,54 persen,” ungkap Agnes.

Jika dibandingkan dengan triwulan IV-2023, ekonomi Kalteng pada triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 4,43 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter), pertumbuhan mencapai 8,29 persen.

Secara regional, ekonomi Kalimantan masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan kontribusi 47,29 persen. Kalimantan Tengah menempati posisi keempat dengan kontribusi 12,28 persen.

Dengan berbagai upaya strategis yang dijalankan, Pemprov Kalteng optimis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. (red)